Perencanaan Pajak Melalui Penentuan Harga Transfer

Istilah harga transfer berkaitan dengan harga transaksi barang, jasa, atau harta tak berwujud antarperusahaan dalam suatu perusahaan multinasional. Dampak harga transfer adalah harga yang terlalu tinggi (overpricing) dan sebaliknya harga yang terlalu rendah (underpricing). Hal ini sering terjadi dalam kasus dumping untuk perdagangan internasional. Selain motivasi bisnis, harga transfer multinasional juga dimaksudkan untuk mengendalikan mekanisme arus sumber daya antaranggota grup dan maksimalisasi laba setelah pajak.

PERUSAHAAN MULTINASIONAL

Perusahaan multinasional adalah perusahaan yang beroperasi melewati lintas batas antarnegara, yang terikat hubungan istimewa, baik karena penyertaan modal saham, pengendalian manajemen atau penggunaan teknologi, dapat berupa anak perusahaan, cabang perusahaan, agen dsb, dengan berbagai tujuan, antara lain untuk memaksimalkan laba setelah pajak (meminimalkan pajak).

HARGA TRANSFER

  1. Pengertian Harga Transfer
  1. Pengertian Netral

Menurut Dr. Gunadi, M. Sc., Ak., harga transfer adalah penentuan harga atau imbalan sehubungan dengan penyerahan barang, jasa, atau pengalihan teknologi antarperusahaan yang mempunyai hubungan istimewa.

  1. Pengertian Peyoratif

Menurut Dr. Gunadi, M. Sc., Ak., harga transfer adalah suatu rekayasa manipulasi harga secara sistematis dengan maksud mengurangi laba artifisial, membuat seolah-olah perusahaan rugi, menghindari pajak atau bea di suatu negara.

  1. Tujuan Harga Transfer
  1. Memaksimalkan penghasilan global.
  2. Mengamankan posisi kompetitif anak/cabang perusahaan dan penetrasi pasar.
  3. Mengevaluasi kinerja anak/cabang perusahaan mancanegara.
  4. Menghindarkan pengendalian devisa.
  5. Mengatrol kredibilitas asosiasi.
  1. Penentuan Harga Transfer

Ada empat dasar untuk penentuan harga transfer, yaitu :

  1. Penentuan harga transfer berdasarkan biaya (cost basis transfer pricing)
  2. Penentuan harga transfer berdasarkan harga pasar (market based transfer pricing)
  3. Penentuan harga transfer berdasarkan negoisasi (the negotiated price)
  4. Penentuan harga transfer berdasarkan arbitrase (arbitration transfer pricing)

 HARGA TRANSFER GANDA

Harga transfer ganda ini dapat dimisalkan, divisi penerima dapat mempertimbangkan penerapan harga transfer berdasarkan biaya diferensial. Sebaliknya, divisi yang melakukan transfer dapat mempertimbangkan unsur laba dalam penentuan harga transfer dan memungkinkan pengukuran kinerja divisi.

ISU-ISU PAJAK INTERNASIONAL DALAM HARGA TRANSFER

Arm’s-length Standard

Negara-negara OECD, termasuk Jerman, Inggris, Kanada dan Amerika Serikat mempunyai metode untuk menguji apakah harga transfer dari perusahaan multinasional sama dengan harga pasar wajar (arm’s-length price), yaitu tingkat harga antara pembeli dan penjual independen bebas melakukan transaksi.

Arm’s-length standard diterapkan dalam banyak cara, tetapi metode yang paling banyak digunakan adalah sebagai berikut ;

  1. Comparable uncontrolled pricing method
  2. Resale pricing method
  3. Cost plus pricing method
  4. Other method

Di samping keempat metode di atas masih terdapat beberapa metode alternatif lainnya yang dapat digunakan sebagai berikut :

  1. Global method
  2. Safe havens

  PENANGKAL HARGA TRANSFER

Ada beberapa prosedur yang dapat ditempuh untuk menanggulangi maneuver pajak melalui harga transfer sebagai berikut :

  1. Menyingkap praktik bisnis antarperusahaan secara lengkap sehingga dapat dievaluasi keinginan harga transfer.
  2. Harmonisasi pemajakan internasional untuk meniadakan disparitas beban pajak.
  3. Kerja sama internasional.
  4. Advanced Pricing Agreement (APA).

ADVANCED PRICING AGREEMENT

Advanced pricing agreement adalah persetujuan di antara Internal Revenue Service (IRS) dan perusahaan dengan menggunakan harga-harga transfer, untuk menetapkan harga transfer yang disepakati. Maksud dari program APA adalah memecahkan masalah perselisihan harga transfer dengan cara yang tepat dan menghindari proses pengadilan yang menghabiskan banyak biaya.

Manfaat APA

  1. Memberikan kepastian kepada Wajib Pajak atas semua perhitungan mengenai harga transaksi dengan menggunakan metode yang disetujui.
  2. Memberikan kepastian terhadap kegiatan Wajib Pajak termasuk kepastian mengenai kewajiban pajak yang berkaitan dengan harga transfer.
  3. Mengurangi biaya dan waktu pada saat diaudit, karena selama periode APA berlaku harga transaksi yang telah disepakati oleh Wajib Pajak dan otoritas pajak.
  4. Dapat mencegah praktik harga transfer yang tidak benar dan semata-mata hanya untuk menghindari pajak.

Masalah dalam Penyelenggaraan APA

  1. Pengorbanan waktu dan biaya yang dikeluarkan untuk penyelanggaraan APA.
  2. Wajib Pajak harus mengungkapkan informasi yang mungkin merupakan rahasia perusahaan kepada otoritas pajak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s