TUJUAN dan MOTIVASI KERJA

TUJUAN

ANALISIS SWOT

Analisis SWOT terdiri dari empat langkah yaitu :

  1. Memilih bidang usaha.
  2. Menganalisis kesempatan dan ancaman dalam bidang usaha tersebut.
  3. Menetapkan faktor penentu sukses.
  4. Menentukan kekuatan dan kelemahan perusahaan.

MEMILIH BIDANG USAHA

Pemilihan bidang usaha ditentukan oleh keahlian atau pengalaman pendiri. Oleh karena analisis SWOT tidak dilakukan hanya sekali dalam hidup perusahaan, maka menjadi beralasan untuk memilih bidang usaha sebagai langkah pertama dalam melakukan analisis SWOT.

ANALISIS KESEMPATAN DAN ANCAMAN

Analisis kesempatan dan ancaman dilakukan dengan mempelajari lingkungan perusahaan berada. Lingkungan perusahaan mencakup unsur-unsur berikut ini :

  1. Politik
  2. Sosial dan budaya
  3. Ekonomi
  4. Teknologi

MENETAPKAN FAKTOR PENENTU SUKSES

Faktor penentu sukses ditetapkan dengan jalan mempelajari persaingan dalam industri. Tingkat persaingan menjadi tinggi kalau :

  1. Di dalam industri terdapat perusahaan yang besarnya hampir sama.
  2. Pertumbuhan industri lambat.
  3. Perusahaan harus bekerja dengan kapasitas penuh agar tetap dapat hidup.
  4. Hasil produksi perusahaan tidak berbeda.
  5. Globalisasi.
  6. Barang subtitusi.
  7. Monopsoni dan monopoli.

KEKUATAN DAN KELEMAHAN PERUSAHAAN

Kekuatan dan kelemahan perusahaan ditentukan dengan membandingkan antara kesempatan dan ancaman di satu pihak dengan faktor penentu sukses di pihak lain. Langkah-langkah yang diperlukan adalah :

  1. Mengidentifikasikan faktor penentu sukses.
  2. Membuat profil sumber daya perusahaan.
  3. Membandingkan profil sumber daya perusahaan dengan faktor penentu sukses.
  4. Mengidentifikasi :
  1. Unsur kekuatan perusahaan yang memungkinkan perusahaan untuk menyusun strategi guna memanfaatkan kesempatan.
  2. Unsur kelemahan kritis perusahaan yang harus dikurangi untuk menghindarkan kegagalan perusahaan.
  1. Membandingkan kekuatan dan kelemahan perusahaan dengan kekuatan dan kelemahan pesaing.
  2. Memusatkan perhatian kepada sumber daya perusahaan yang lebih kuat atau lebih lemah dari pesaing.

Untuk memudahkan pembuatan profil sumber daya perusahaan dapat digunakan beberapa daftar pertanyaan berikut ini :

Pemasaran

Berapakah pangsa pasar? Segmen pasar mana yang dilayani? Apakah posisi perusahaan kuat? Apakah perusahaan mempunyai kedudukan yang unik dalam industri?

Bagaimanakah kedudukan produk di mata konsumen dan calon konsumen? Apakah kekuatan dan kelemahan produk dalam hubungannya dengan harga, paten, kualitas, desain, loyalitas konsumen?

Seberapa efektif dan efisienkah saluran distribusi?

Seberapa efektif dan efesienkah program layanan purna jual?

Apakah komposisi penjualan produk layak?

Penelitian dan Pengembangan (P&P)

Berapakah produk komersial sukses yang dihasilkan P&P dalam kurun waktu 5 tahun?

Apakah kekuatan dan kelemahan P&P dalam hubungannya dengan personil, fasilitas, dan alat?

Keuangan

Bagaimana posisi perusahaan dalam hubungannya dengan rasio solvabilitas, rasio likuiditas, rasio kegiatan dan rasio keuntungan?

Apakah dapat memperoleh uang melalui penjualan saham atau utang?

Apakah pengendalian keuangan memadai dan efektif?

Apakah terdapat sistem yang efektif dan efisien untuk akuntansi, biaya, penganggaran dan perencanaan laba?

Produksi

Apakah fasilitas pabrik modern?

Dibandingkan dengan pesaing utama, bagaimana biaya operasi?

Dihubungkan dengan permintaan, apakah fasilitas produk terpakai seluruhnya?

Manajemen

Citra apa yang ditimbulkan manajemen dalam dunia bisnis? Dinamis atau lamban?

Apakah manajemen puncak mampu menghadapi tantangan masa depan?

Apakah manajemen puncak secara efektif terlibat dalam perencanaan jangka panjang?

Struktur organisasi

Apakah struktur organisasi mampu mengendalikan keragaman produk dan keragaman daerah?

Apakah struktur organisasi bereaksi dengan cepat terdapat keputusan perusahaan?

Sumber Daya Manusia

Apakah terdapat mekanisme yang layak untuk memperoleh, mempertahankan, dan meningkatkan sumber daya manusia?

 

Membandingkan Faktor Penentu Sukses dan Sumber Daya/Keahlian dengan Pesaing Utama

  Faktor Penentu Sukses
Sumber Daya dan Keahlian 1 2 3 4 5
Kekuatan Xxx   xx   X
Kelemahan   xxx   x  

Makna Lambang :

xxx = tinggi; xx = menengah; x = rendah

MISI

Misi adalah bidang atau kegiatan terbaik yang mampu dilakukan perusahaan. Misi berfungsi untuk memberi pedoman kepada manajemen dalam memusatkan kegiatannya. Cara yang tepat untuk merumuskan misi adalah dengan memperhatikan produk/jasa yang diperlukan konsumen, kelompok konsumen, yang memerlukan produk/jasa, dan teknologi untuk memenuhi keperluan konsumen.

FALSAFAH

Falsafah perusahaan adalah nilai, kepercayaan, dan prasetia perusahaan. Falsafah berfungsi sebagai :

  1. Rambu-rambu bagi perilaku, baik bagi pegawai maupun perusahaan.
  2. Landasan bagi budaya perusahaan.

Budaya perusahaan merupakan salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam memilih strategi perusahaan. Budaya perusahaan adalah kepercayaan dan falsafah perusahaan tentang cara melakukan sesuatu.

Falsafah perusahan terkadang diringkas dalam wujud slogan. Slogan juga dapat diambil dari salah satu falsafah perusahaan yang dianggap penting ataupun memiliki nilai komersial.

KEBIJAKAN

Kebijakan adalah ketentuan-ketentuan yang dirumuskan dari falsafah perusahaan dan berfungsi sebagai pedoman untuk melaksanakan falsafah perusahaan.

Beberapa contoh kebijakan :

  1. McDonald menentukan bahwa :
  1. Big Mac dan french fries yang masing-masing telah berumur lebih dari 10 dan 7 menit, harus dibuang.
  2. Ketika menerima uang dari konsumen, kasir harus memandang mata konsumen dan tersenyum.
  1. Perusahaan Caterpillar menjamin untuk menyediakan suku cadang dalam waktu 48 jam di setiap pelosok dunia, kalau tidak, suku cadang tersebut diberikan secara gratis.

TUJUAN

Tujuan adalah pernyataan secara umum tentang apa yang ingin dicapai perusahaan. Sasaran adalah tujuan yang dinyatakan secara lebih eksplisit dan disertai dengan batasan waktu.

Contoh beberapa tujuan beberapa perusahaan :

  1. Federal Express

Menjadi perusahaan transportasi terbesar dan terbaik di dunia.

  1. General Electric

Menjadi perusahaan yang paling agresif di dunia dengan jalan selalu memiliki pangsa pasar yang paling besar.

MOTIVASI KERJA

TEORI MOTIVASI KERJA

  1. TEORI HIRARKI KEBUTUHAN

Ada 5 hirarki kebutuhan. Orang merasa memerlukan suatu kebutuhan, kalau kebutuhan yang hirarkinya lebih rendah telah terpenuhi.

Hirarki Jenis Kebutuhan
5 Perkembangan pribadi
4 Mampu mengerjakan pekerjaan dengan baik, status, dan pengakuan
3 Menjadi bagian dari organisasi
2 Lingkungan kerja yang aman, kontinuitas pekerjaan, peraturan yang pasti, bebas dari ancaman dan kesewenangan.
1 Fisik

TEORI HARAPAN

Teori ini didasarkan atas 4 asumsi mengenai perilaku dalam organisasi :

  1. Perilaku ditentukan oleh kombinasi antara faktor-faktor yang terdapat dalam diri orang dan faktor-faktor yang terdapat di lingkungan.
  2. Perilaku orang dalam organisasi merupakan tindakan sadar dari seseorang.
  3. Orang mempunyai kebutuhan, keinginan, dan tujuan yang berbeda.
  4. Orang memilih satu dari beberapa alternatif perilaku berdasarkan besarnya harapan memperoleh hasil dari sebuah perilaku.

Atas dasar 4 asumsi tersebut, model harapan terdiri dari 3 komponen :

  1. Harapan kinerja-hasil.
  2. Daya motivasi.
  3. Harapan upaya-kinerja.

Akuntan manajemen lebih tertarik kepada Teori Harapan (TH) daripada Teori Hirarki Kebutuhan (THK) karena dua alasan, yaitu :

  1. THK sukar diterapkan di akuntansi manajemen.
  2. Hasil beberapa penelitian empiris dalam dekade 60an meragukan validitas THK.

KESELARASAN TUJUAN

Kalau dengan mencapai tujuan pribadi, tujuan organisasi juga tercapai maka terdapat keselarasan tujuan. Oleh karena itu, manajemen harus mengusahakan sebuah sistem yang mendorong orang untuk mencapai dua tujuan secara sekaligus. Sistem yang digunakan adalah sistem kompensasi, baik instrinsik maupun ekstrinsik.

PRAKTIK UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI KERJA

Motivasi kerja dapat ditingkatkan melalui pendekatan yang berorientasi manusia. Pendekatan tersebut terdiri dari pokok-pokok pikiran berikut ini :

  1. Menjujung harga diri pegawai.
  2. Mengadakan latihan yang lengkap bagi pegawai.
  3. Mendorong pegawai untuk berinisiatif dan kreatif dalam melaksanakan tugas.
  4. Menetapkan target yang layak dan jelas.
  5. Menggunakan pahala dan hukuman sebagai alat untuk mendorong prestasi.
  6. Membebani atasan dengan tanggung jawab atas pengembangan bawahannya.
  7. Memberi kesempatan kepada pegawai untuk berprestasi tinggi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s