TOTAL QUALITY MANAGEMENT

Persaingan di antara perusahaan-perusahaan untuk mendapatkan penghargaan merupakan hal yang penting untuk mendapatkan pengakuan kualitas terhadap produk yang dihasilkan. ISO 9000 merupakan pedoman untuk mengelola kualitas dan standar kualitas yang dikembangkan oleh International Organization for Standardization di Geneva, Switzerland. Total quality management mendefinisikan kualitas dan pengukuran biaya kualitas, mengilustrasikan pembuatan laporan kualitas, menguji pendekatan untuk mendeteksi penyimpanan kualitas, dan mengeksplorasi keputusan untuk menginvestigasi adanya cacat kualitas.

KUALITAS DAN MANAJEMEN BIAYA STRATEJIK (STRATEGIC COST MANAGEMENT)

Dampak kualitas produk terhadap kinerja perusahaan :

  1. Kualitas produk dan profitabilitas berhubungan erat.
  2. Bisnis/perusahaan yang menawarkan produk dan dengan kualitas tinggi mempunyai pangsa pasar lebih besar.
  3. Kualitas berhubungan secara erat dengan Return On Investment yang lebih tinggi.

Perusahaan dengan kualitas tinggi mempunyai beberapa keunggulan kompetitif dan menikmati profitabilitas yang lebih tinggi dan mempunyai Return On Investment. Pelanggan merasa bahwa kualitas produk adalah produk yang mempunyai nilai (value) yang lebih tinggi. Nilai (value) tinggi yang dirasakan pelanggan memungkinkan perusahaan untuk menentukan harga yang lebih tinggi atau untuk mendapatkan pangsa pasar yang besar. Harga yang lebih tinggi dan pangsa pasar yang lebih meningkatkan pendapatan. Kualitas yang baik menurunkan tingkat pengembalian produk dan throughput time. Tingkat pengembalian yang lebih rendah menurunkan biaya garansi dan biaya perbaikan. Throughput time yang lebih cepat memungkinkan perusahaan melakukan pengiriman secara lebih cepat.

 

 

 

MANAJEMEN KUALITAS TOTAL (TOTAL QUALITY MANAGEMENT)

Produk dikatakan berkualitas jika sesuai dengan spesifikasinya dan sesuai dengan harapan pelanggan. Produk merupakan produk berkualitas jika produk tersebut sesuai atau melebihi harapan pelanggan dengan harga yang kompetitif.

Total quality management merupakan upaya yang dilakukan terus-menerus oleh setiap orang dalam organisasi untuk memahami, memenuhi, melebihi harapan pelanggan. Prinsip inti dari total quality management adalah proses yang :

  1. Berfokus pada kepuasan pelanggan.
  2. Berusaha keras untuk melakukan perbaikan secara terus menerus.
  3. Melibatkan seluruh kekuatan kerja.

Berfokus Pada Pelanggan

Proses TQM dimulai dengan mengidentifikasi persyaratan dan harapan pelanggan eksternal. Persyaratan dan harapan ini merupakan dasar untuk membuat spesifikasi yang dibutuhkan untuk setiap keberhasilan pelanggan atau supplier internal, yang meliputi permintaan akan desain tertentu, karakterisitik suku cadang, operasi pemanufakturan, persyaratan tentang produksi dan supplier eksternal dan persyaratan penjualan.

Pedoman Pengimplementasian Total Quality Management

Pengimplementasian TQM bukan merupakan tugas yang mudah dan membutuhkan banyak waktu. The Institute of Management Accountants (IMA) yakin bahwa sebuah organisasi membutuhkan waktu 3-5 tahun untuk berubah dari manajemen tradisional menjadi TQM.

Keterlibatan total dari semua pekerja merupakan hal utama untuk keberhasilan TQM :

Tahun Satu :

  1. Membentuk dewan dan staf kualitas.
  2. Melaksanakan program pelatihan kualitas eksekutif,
  3. Melakukan audit kualitas.
  4. Membuat analisis penyimpangan.
  5. Mengembangkan rencana perbaikan kualitas stratejik.

Tahun Dua :

  1. Melaksanakan program pelatihan dan komunikasi karyawan.
  2. Menyusun tim kualitas.
  3. Menciptakan sistem pengukuran dan menetapkan tujuan.

Tahap Tiga :

  1. Merevisi sistem kompensasi/penilaian/pengakuan.
  2. Meluncurkan inisiatif eksternal dengan para supplier.
  3. Melakuan review dan revisi.

JENIS-JENIS CONFORMANCE

  1. Goalpost Conformance

Adalah kesesuaian dengan spesifikasi kualitas yang diekspresikan sebagai kisah tertentu di sekitar target. Target adalah nilai ideal dimana proses dirancang untuk mencapai target tersebut. Goalpost Conformance merupakan zero-defect conformance (kesesuaian tanpa cacat).

  1. Absolute Quality Conformance (Robust Quality Approach)

Mensyaratkan semua produk atau jasa benar-benar memnuhi target value tanpa penyimpangan.

BIAYA KUALITAS

Adalah biaya-biaya yang berkaitan dengan pencegahan, pengidentifikasian, perbaikan dan pembentukan produk yang berkualitas rendah, dan dengan opportunity cost dari hilangnya waktu produksi dan penjualan sebagai akibat rendahnya kualitas. Biaya kualitas dibatasi dengan biaya inspeksi dan pengujian produk selesai.

 

Biaya Pencegahan

Adalah pengeluaran-pengeluaran yang dikeluarkan untuk mencegah terjadinya cacat kualitas. Biaya pencegahan meliputi :

  1. Biaya pelatihan kualitas

Pengeluaran-pengeluaran untuk program pelatihan internal dan eksternal.

  1. Biaya perencanaan kualitas

Upah dan overhead untuk perencanaan kualitas, lingkaran kualitas, desain produk baru.

  1. Biaya pemeliharaan peralatan

Biaya yang dikeluarkan untuk memasang, menyesuaikan, mempertahankan, memperbaiki dan menginspeksi peralatan produksi.

  1. Biaya penjaminan supplier

Biaya yang dikeluarkan untuk mengembangkan kebutuhan dan pengembangan data, auditing dan pelaporan kualitas.

Biaya Penilaian

Dikeluarkan dalam rangka pengukuran dan analisis data untuk menentukan spesifikasinya. Aktivitas ini mendeteksi unit sebelum produk dikirim ke pelanggan meliputi :

  1. Biaya pengujian dan inspeksi

Biaya yang dikeluarkan untuk menguji dan menginspeksi bahan yang datang, produk dalam proses dan produk selesai atau jasa.

  1. Peralatan pengujian

Pengeluaran yang terjadi untuk memperoleh, mengoperasikan atau mempertahankan fasilitas, software, mesin dan peralatan pengujian atau penilaian kualitas produk, jasa atau proses.

  1. Audit kualitas

Gaji dan upah semua orang yang terlibat dalam penilaian kualitas produk dan jasa dan pengeluaran lain yang dikeluarkan selama penilaian kualitas.

  1. Pengujian secara laborat
  2. Pengujian dan evaluasi lapangan
  3. Biaya informasi

Biaya untuk menyiapkan dan membuktikan laporan kualitas.

Biaya Kegagalan Internal

Adalah biaya yang dikeluarkan karena rendahnya kualitas yang ditemukan sejak penilaian awal sampai dengan pengiriman kepada pelanggan. Biaya kegagalan internal meliputi :

  1. Biaya tindakan koreksi

Biaya untuk waktu yang dihabiskan untuk menemukan penyebab kegagalan dan untuk mengoreksi masalah.

  1. Biaya pengerjaan kembali (rework) dan biaya sisa produksi (scrap)

Bahan, tenaga kerja langsung dan overhead untuk sisa produksi, pengerjaan kembali dan inspeksi ulang.

  1. Biaya proses

Biaya yang dikeluarkan untuk mendesain ulang produk atau proses, pemberhentian yang tidak direncanakan, dan gagalnya produksi karena ada penyelaan proses untuk perbaikan dan pengerjaan kembali.

  1. Biaya ekspedisi

Biaya yang dikeluarkan untuk mempercepat operasi pengolahan karena adanya waktu yang dihabiskan untuk perbaikan atau pengerjaan kembali.

  1. Biaya inspeksi dan pengujian ulang

Gaji, upah, dan biaya yang dikeluarkan selama inspeksi ulang atau pengujian ulang produk-produk yang telah diperbaiki.

Biaya Kegagalan Eksternal

Merupakan biaya yang terjadi dalam rangka meralat cacat kualitas setelah produk sampai kepada pelanggan, dan laba yang gagal diperoleh karena hilangnya peluang sebagai akibat adanya produk atau jasa yang tidak dapat diterima pelanggan, biaya-biaya ini meliputi :

  1. Biaya untuk menangani keluhan dan pengembalian dari pelanggan.
  2. Biaya penarikan kembali dan pertanggungjawaban produk.
  3. Penjualan yang hilang karena produk yang tidak memuaskan.

Biaya Conformance dan Nonconformance

Biaya pencegahan dan biaya penilaian merupakan cost of conformance karena biaya-biaya tersebut terjadi dalam rangka memastikan produk atau jasa sesuai dengan harapan pelanggan. Biaya kegagalan internal dan kegagalan eksternal merupakan cost of nonconformance. Biaya-biaya tersebut merupakan biaya yang dikeluarkan dan opportunity cost karena ditolaknya produk atau jasa. Biaya kualitas merupakan penjumlahan conformance cost dan nonconformance cost.

MELAPORKAN BIAYA KUALITAS

Meliputi mendefinisikan data, mengidentifikasikan sumber data, mengumpulkan data, dan menyiapkan serta mendistribusikan laporan biaya kualitas.

Definisi Data, Sumber Data, dan Pengumpulan Data

Tahap pertama dalam membuat laporan biaya kualitas adalah mendefinisikan setiap kategori biaya kualitas dan mengidentifikasi biaya kualitas yang ada dalam setiap kategori. Idealnya setiap biaya kualitas mempunyai rekening tersendiri, sehingga informasinya selalu siap diobservasi dan tidak tersamar dalam beberapa rekening.

Laporan Biaya Kualitas

Laporan dapat dibuat dalam banyak cara. Setiap perusahaan harus memilih dan merancang sistem pelaporan :

  1. Yang dapat diintegrasikan ke dalam sistem informasi perusahaan tersebut.
  2. Yang mendukung Total Quality Management.

Pertimbangan dalam menyusun sistem laporan biaya kualitas adalah stratifikasi laporan biaya kualitas yang tepat berdasarkan lini produk, departemen, pabrik atau divisi dan periode laporan.

MENEMUKAN MASALAH

Banyak  alat yang dapat membantu untuk mengidentifikasikan masalah kualitas yang signifikan, misalnya bagan pengendalian, histogram, diagram pareto, brainstorming, dan diagram sebab-akibat.

Bagan Pengendalian

Adalah grafik yang menggambarkan observasi yang berhasil dari operasi dari interval yang konstan. Bagan pengendalian umumnya mempunyai sumbu horisontal yang menunjukkan interval waktu, jumlah batch, atau proses produksi dan sumbu vertikal menyatakan ukuran kesesuaian dengan spesifikasi kualitas tertentu.

Bagan pengendalian untuk mata bor berdiameter 1/8 inchi

 

Histogram

Adalah grafik yang menunjukkan frekuensi dari peristiwa-peristiwa yang ada dalam data. Pola atau variasi yang seringkali sulit untuk dilihat dalam sejumlah angka-angka akan menjadi jelas jika dilihat melalui histogram.

Histogram masalah kualitas

 

Diagram Poreto

Adalah histogram dari faktor-faktor yang mempunyai konstribusi terhadap permasalahan kualitas, dibuat mulai dari yang mempunyai frekuensi paling banyak sampai dengan yang mempunyai frekuensi paling rendah.

Diagram Poreto untuk masalah kualitas

 

Brainstorming

Brainstorming dapat mengidentifikasikan permasalahan, menemukan penyebab masalah, dan mengembangkan solusi untuk permasalahan kualitas. Beberapa aturan dasar untuk melakukan brainstorming yang produktif :

  1. Tidak mengkritik gagasan seseorang melalui kata-kata atau isyarat.
  2. Sekali sesuatu gagasan dikemukakan, seharusnya tidak didiskusikan lebih lanjut, kecuali untuk klarifikasi.
  3. Tidak gagasan yang keliru atau bodoh.
  4. Setiap anggota tim dapat memperkenalkan satu gagasan saja, tidak ada anggota yang dapat melontarkan lebih dari satu gagasan, tidak boleh ada yang mendominasi.
  5. Tidak ada tuduhan yang bersifat menyalahkan.

Diagram Sebab-Akibat

Diagram sebab-akibat atau ishikawa mengorganisasikan rantai penyebab dan akibat untuk memilah penyebab dasar dan mengidentifikasikan hubungan antara penyebab atau variabel. Dua jenis diagram sebab-akibat yang mendasar adalah analisis dispersi dan klasifikasi proses. Analisis dispersi mengidentifikasi dan mengklasifikasikan penyebab permasalahan spesifik pada kualitas. Diagram klasifikasi proses mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang mungkin mempunyai kontribusi pada rendahnya kualitas pada setiap tahap pemrosesan atau alur produksi.

Diagram sebab-akibat dasar

 

MANAJEMEN KUALITAS TOTAL PADA ORGANISASI JASA

Organisasi jasa meliputi perusahaan-perusahaan yang memberikan jasa untuk menghasilkan pendapatan dan perusahaan yang menyediakan jasa untuk membantu penjualan produk. TQM pada perusahaan jasa memiliki beberapa perbedaan dengan TQM perusahaan manufaktur. Perusahaan jasa yang mengejar kualitas membiarkan pelanggannya menentukan kebutuhan mereka dan persyaratannya, kemudian menentukan standar kinerja yang konsisten dengan informasi ini.

KUALITAS TOTAL DAN PRODUKTIVITAS

Perbaikan kualitas dan produktivitas mempunyai hubungan yang sejajar. Banyak tindakan atau keputusan yang diambil dalam rangka mencapai manajemen kualitas total bahkan memperbaiki produktivitas. Keputusan untuk mempersingkat proses pemanufakturan untuk mengurangi peluang terjadinya kesalahan dapat meningkatkan produktivitas karena dapat mengeliminasi operasi yang tidak perlu.

TANTANGAN MANAJEMEN KUALITAS TOTAL BAGI AKUNTAN MANAJEMEN

Peran akuntan manajemen dalam manajemen kualitas total (TQM) yaitu mengumpulkan semua informasi kualitas yang relevan, berpartisipasi secara aktif dalam semua fase program kualitas, dan mereview serta menyebarkan laporan biaya kualitas. Akuntan manajemen harus dilibatkan secara total dalam aktivitas perbaikan kualitas perusahaan. Untuk menghadapi tantangan terhadap manajemen kualitas total, akuntan manajemen perlu memahami secara jelas tentang metodologi TQM. Beberapa tugas yang berkaitan dengan hal tersebut di atas adalah :

  1. Menentukan rekening mana yang berisi data tentang TQM.
  2. Melakukan reorganisasi dan restrukturisasi pada sistem akuntansi yang ada untuk mendapatkan data biaya kualitas yang lengkap dan akurat.
  3. Merevisi bagan rekening untuk mencerminkan setiap kategori biaya kualitas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s