MAKALAH STRESS DALAM ORGANISASI

STRESS DALAM ORGANISASI

  1. A.    PENDAHULUAN
    1. 1.      PENGERTIAN STRESS

Kata stress bermula darai kata latin yaitu “Stringere” yang berarti ketegangan dan tekanan. Stress merupakan suatu yang tidak diharapkan yang muncul karena tingginya suatu tuntutan lingkungan pada seseorang. Keseimbangan antara kemampuan dan kekuatan terganggu. Bilamana stress telah mengganggu fungsi seseorang, dinamakan distress. Distress kebanyakan dirasakan orang jika situasi menekan dirasakan terus-menerus (tugas yang berat atau tugas yang dikakukan karena tugas dilakukan dengan situasi yang tidak kondusif atau stress yang dilakukan dengan dasar rasa trauma).

Ada beberapa pengertian stress, yaitu :

  1. Menurut Robin

Stress adalah suatu kondisi dinamis dimana seseorang individu dihadapkan pada peluang, tuntutan, atau sumber daya yang terkait dengan apa yang dihasratkan oleh individu tersebut dan hasilnya dipandang tidak pasti dan penting.

  1. Menurut Michael

Stress merupakan suatu respon adaptif, dimoderasi oleh perbedaan individu yang merupakan konsekuensi dari setiap tindakan, situasi, peristiwa dan yang menempatkan tuntutan khusus terhadap seseorang.

Dengan dua definisi di atas tentunya kita sulit memahami tentang stress yang sebenarnya. Pada dasarnya stress merupakan sebuah tekanan yang terjadi pada diri seorang individu baik itu berupa beban pekerjaan dan lainnya dan membuat individu tersebut merasa terbebani dan keberatan untuk menyelesaikan berbagai kewajibannya.

  1. 2.      FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB STRESS

Stress yang dialami oleh seseorang biasanya selalu berkonotasi negatif karena akan mengalami suatu kontra produktif. Stress sendiri dapat juga membantu proses mengingat yang dialami dalam jangka pendek dan tidak terlalu kompleks. Stress bisa meningkatkan glukosa yang menuju ke otak, yang memberikan energi lebih kepada neuron. Hal dapat mendorong untuk meningkatkan pembentukan dan pengembalian ingatan. Di sisi lain jika stress dilakukan secara terus menerus, akan menyebabkan terhambatnya pengiriman glukosa ke otak yang mengakibatkan rendahnya daya ingat manusia.

Adapun hal-hal yang menjadi sumber penyebab terjadinya stress adalah sebagai berikut :

  1. Faktor Lingkungan

ü  Ketidakpastian ekonomi, misalnya orang merasa cemas terhadap kelangsungan pekerjaan mereka.

ü  Ketidakpastian  politik, misalnya adanya peperangan akibat perebutan kekuasaan.

ü  Perubahan teknologi, misalnya dengan adanya alat-alat elektronik dll, munculnya bom dimana-mana.

  1. Faktor Organisasional

ü  Tuntutan tugas, misalnya desain pekerjaan individual, kondisi pekerjaan, dan tata letak fisik  pekerjaan.

ü  Tuntutan peran, misalnya ada peran beban yang berlebihan dalam organisasi.

ü  Tuntutan antarpersonal, misalnya tidak adanya dukungan dari pihak tertentu atau terjalin hubungan yang buruk.

  1. Faktor Personal

ü  Persoalan keluarga, misalnya kesulitan dalam mencari nafkah dan retaknya hubungan keluarga.

ü  Persoalan ekonomi, misalnya apa yang dimilikinya tidak memenuhi apa yang didambakan.

ü  Berasal dari kepribadiannya sendiri.

Dari berbagai masalah yang telah disebutkan tadi baik dari masalah yang dihadapi secara personal, organisasi, dan lingkungan. Hal semacam itu yang sangat tidak diharapkan setiap orang dalam segala kondisi apapun, terutama dalam pekerjaan. Organisasi pun sangat tidak menginginkan setiap anggotanya mengalami masalah tersebut. Oleh karena itu peran sebagai pemimpin atau manajer sangat berperan supaya bisa menyelesaikan masalah tersebut agar tidak mengganggu organisasi.

  1. 3.      DAMPAK STRESS DALAM ORGANISASI

Berbagai tekanan dan gangguan dalam sebuah organisasi tentunya pasti sangat sering terjadi. Hal inilah yang perlu dihindari agar kinerja kerja tidak terganggu. Semua bisa diatasi asalkan dapat mengindikasikan masalah yang kita hadapi itu sendiri. Semakin seseorang mendapatkan tekanan di luar batas dari kemampuan dirinya sendiri tentunya akan mengalami stress pula yang cukup berat dan sangat mengganggu kerja otak termasuk dengan daya ingat.

Dampak dan akibat dari stress itu  sendiri dalam buku Organizational Behavior (Robbin), dikelompokkan menjadi tiga gejala, yaitu gejala fisiologis, psikologis, dan perilaku.

  1. Gejala Fisiologis, meliputi sakit kepala, tekanan darah tinggi, dan sakit jantung.
  2. Gejala Psikologis, meliputi kecemasan, depresi, dan menurunnya tingkat kepuasan kerja.
  3. Gejala Perilaku, meliputi perubahan produktivitas, kemangkiran dan perputaran karyawan.

Lima jenis konsekuensi dampak stress yang potensial menurut T. Cox sebagai berikut :

  1. Dampak subjektif

Kecemasan,agresi, kebosanan, depresi, keletihan, frustasi, kehilangan kesabaran, rendah diri, gugup, dan merasa kesepian.

  1. Dampak perilaku

Kecenderungan mendapatkan kecelakaan, alkoholik, penyalahgunaan obat-obatan, emosi yang tiba-tiba meledak, makan berlebihan, merokok berlebihan, perilaku yang mengikuti kata hati, ketawa, dan gugup.

  1. Dampak kognitif

Kemampuan mengambil keputusan yang jelas, konsentrasi yang buruk, rentang perhatian yang pendek, sangat peka terhadap kritik, dan rintangan mental.

  1. Dampak fisiologis

Meningkatnya kadar gula, meningkatnya denyut jantung dan tekanan darah, kekeringan di mulut, berkeringat, membesarnya pupil mata, dan tubuh panas dingin.

  1. Dampak organisasi

Keabsenan, pergantian karyawan, rendah produktivitasnya, keterasingan dari rekan sekerja, ketidakpuasan kerja, menurunnya keikatan dan kesetiaan terhadap organisasi.

Tidak selamanya stress berdampak negatif, ada beberapa dampak positif dari stress, yaitu :

  1. Mendorong orang berpikir kreatif
  2. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
  3. Membuat tubuh menjadi lebih fit
  4. Membantu memecahkan masalah
  5. Pemulihan

Semua gejala-gejala yang disebutkan di atas tentu sangat membuat ketidaknyamanan setiap orang. Ingin rasanya untuk terhindar dari segala tekanan stress yang dialaminya. Bahkan sampai pada tingkatan stress yang tinggi dalam gejala psikologis, seseorang bisa berpikir untuk mengakhiri hidupnya. Tekanan yang dirasa sudah cukup beratlah yang membuat dampak seperti itu.

  1. B.     PEMBAHASAN
    1. 1.      MANAJEMEN STRESS

Manajemen stress adalah kemampuan penggunaan sumber daya (manusia) secara efektif untuk mengatasi gangguan atau kekacauan mental dan emosional yang muncul karena tanggapan (respon). Tujuan dari manajemen stress itu sendiri adalah untuk memperbaiki kualitas hidup individu itu agar menjadi lebih baik.

Ada dua pendekatan dalam manajemen stress, yaitu :

  1. Pendekatan Individual

ü  Penerapan manajemen waktu

Pengaturan waktu yang sangat tepat akan menjamin seseorang tidak akan menjadi stress. Dikarenakan setiap orang pastinya memiliki rasa lelah yang sangat besar dan memerlukan pembagian waktu untuk istirahat dan merelaksasikan tubuh dari kepadatan jadwal kerja. Pola pembagian waktu yang baik antar waktu bekerja, beribadah, dan waktu istirahat. Waktu bekerja antara jam 7 pagi sampai jam 6 sore, setelah itu kemungkinan daya tingkat kejenuhan seseorang akan meningkat, di saat itulah diperlukan istirahat yang cukup untuk mengembalikan rasa lelah.

ü  Penambahan waktu olah raga

Dalam tubuh manusia diperlukan olah raga yang dapat mengatur dan merangsang syaraf motorik dan otot-otot sehingga membuat badan kita menjadi bugar. Ketahanan fisik yang dimiliki pun akan semakin baik. Olah raga pun bisa dilakukan seminggu 3 kali atau 1 minggu sekali. Bisa dengan jogging di pagi atau di sore hari, cukup melakukan olah raga yang ringan.

ü  Pelatihan relaksasi

Setelah melakukan kerja yang cukup padat dan banyak, tentunya membuat tubuh menjadi lelah dan diperlukan relaksasi yang membantu menenangkan tubuh yang tegang menjadi rileks. Menyegarkan otak yang sudah dipakai untuk bekerja setiap hari. Cara yang ampuh dalam relaksasi bisa dengan mendengarkan musik atau menonton film sambil bersantai. Namun ada juga yang melakukan meditasi atau yoga.

ü  Perluasan jaringan dukungan sosial

Berhubungan dengan banyak orang memang sangat diperlukan. Selain dengan mempermudah dalam pekerjaan, dengan memiliki banyak jaringan pertemanan juga bisa kita manfaatkan sebagi tempat berbagi dalam memecahkan masalah yang dialami. Terkadang setiap orang hal seperti ini sangat diperlukan sekali. Karena itu manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan.

  1. Pendekatan Organisasional

ü  Menciptakan iklim organisasional yang mendukung.

Banyak organisasi besar saat ini cenderung memformulasi struktur birokratik yang tinggi yang menyertakan infleksibel. Ini dapat membawa stress kerja yang sungguh-sungguh. Strategi pengaturan mungkin membuat struktur lebih desentralisasi dan organik dengan membuat keputusan partisipatif dan aliran keputusan ke atas. Perubahan struktur dan proses struktural mungkin akan menciptakan iklim yang lebih mendukung bagi pekerja, memberikan mereka lebih banyak kontrol terhadap pekerjaan mereka, dan mungkin akan mencegah atau mengurangi stress kerja mereka.

ü  Adanya penyeleksian personel dan penempatan kerja yang lebih baik.

Pada dasarnya kemampuan ilmu atau kemampuan yang dimiliki oleh setiap orang mungkin akan berbeda satu dengan yang lainnya. Penempatan kerja yang sesuai dengan keahlian sangat menunjang sekali terselesaikannya suatu pekerjaan. Penyesuaian penempatan yang baik dan penyeleksian itu yang sangat diperlukan suatu perusahaan atau organisasi agar setiap tujuan dapat tercapai dengan baik. Seperti halnya seorang petani yang tidak tahu bagaimana seorang nelayan yang mencari ikan, tentunya akan kesulitan.

ü  Mengurangi konflik dan mengklarifikasi peran organisasional.

Konflik dalam sebuah organisasi mungkin adalah hal yang wajar dan mungkin sering juga terjadi. Konflik apapun yang terjadi tentunya akan menimbulkan ketidakjelasan peran suatu organisasional tersebut. Mengidentifikasi konflik penyebab stress itu sangat diperlukan guna mengurangi atau mencegah stress itu sendiri. Setiap bagian yang dikerjakan membutuhkan kejelasan atas setiap konflik sehingga ambigious itu tidak akan terjadi. Peran organisasi itu yang bisa mengklarifikasikan suatu konflik yang terjadi sehingga terjadilah suatu kejelasan dan bisa menegosiasikan konflik.

ü  Penetapan tujuan yang realistis.

Setiap organisasi pastinya memiliki suatu tujuan yang pasti. Baik bersifat profit maupun non profit. Namun tujuan organisasi itu harus juga bersifat riil sesuai dengan kemampuan yang dimiliki oleh organisasi tersebut. Kemampuan suatu organisasi dapat dilihat dari kemampuan yang dimiliki oleh setiap orang anggotanya. Dengan tujuan yang jelas dan pasti tentunya juga sesuai dengan kemampuan anggotanya maka segala tujuan pasti akan tercapai pula. Namun sebaliknya jika organisasi tidak bersikap realistis dan selalu menekan anggotanya tanpa adanya koordinasi yang jelas stress itu akan timbul.

ü  Pendesainan ulang pekerjaan.

Stress yang terjadi ketika bekerja itu kemungkinan terjadi karena faktor pekerjaan yang sangat berat dan menumpuk. Cara menyikapi dan mengatur program kerja yang baik adalah membuat teknik cara pengerjaannya. Terkadang setiap orang mengerjakan pekerjaan yang sulit terlebih dahulu daripada yang mudah. Seseorang akan terasa malas dan enggan untuk mengerjakan pekerjaannya ketika melihat tugas yang sudah menumpuk maka akan timbul stress. Strategi yang dilakukan adalah melakukan penyusunan pekerjaan yang mudah terlebih dahulu atau pekerjaan yang dapat dikerjakan terlebih dahulu. Sedikit demi sedikit pekerjaan yang menumpuk pun akan terselesaikan. Dengan kata lain stress pun bisa dihindari dan bisa dikurangi.

ü  Perbaikan dalam komunikasi organisasi.

Komunikasi itu sangatlah penting sekali dalam berorganisasi. Komunikasi dapat mempermudah kerja seseorang terutama dalam teamwork. Sesama anggota yang tergabung dalam satu kelompok selalu berkoordinasi dan membicarakan program yang akan dilakukan. Komunikasinya pun harus baik dan benar. Perbedaan cara koordinasi dan instruksi ke atasan maupun bawahan. Seringkali terjadi kesalahan dan tidak mampu menempatkan posisi dan jabatan sehingga terjadi kesalahan dalam mengkomunikasikan.

ü  Membuat bimbingan konseling.

Bimbingan konseling ini bisa dirasakan cukup dalam mengatasi stress. Konseling yang dilakukan kepada psikolog yang lebih kompeten dalam masalah kejiwaan seseorang. Psikologis seseorang terganggu sekali ketika stress itu menimpa. Rasa yang tidak tahan dan ingin keluar dari tekanan-tekanan yang dirasakan tentunya akan menambah rasa stress yang dihadapinya. Konseling dengan psikolog sedikitnya mungkin bisa membantu keluar dari tekanan stress.

Dalam buku Fx. Suwarto ada beberapa cara lain untuk mengatasi stress, yaitu :

  1. Program klinis dan program keorganisasian
  2. Pendekatan individual terhadap stress
  3. Pengenduran (Relaxation)
  4. Meditasi (Meditation)
  5. Biofeedback adalah metode yang digunakan untuk menjadi individu dalam mengendalikan berbagai proses tubuh secara internal, dengan bantuan rekaman yang dapat diperagakan kepada orang yang bersangkutan untuk mengamati denyut jantung, tekanan darah, suhu dan pola gelombang otak yang secara normal tidak dapat diamati sehingga proses biologis secara terus menerus disediakan individu oleh balikan (feedback) untuk memantau apa yang terjadi secara biologis.
  1. C.    SIMPULAN DAN SARAN

Stress merupakan suatu yang tidak diharapkan yang muncul karena tingginya suatu tuntutan lingkungan pada seseorang. Keseimbangan antara kemampuan dan kekuatan terganggu. Penyebab stress ini dapat berasal dari faktor lingkungan, faktor organisasional dan faktor personal. Stress ini dapat mengakibatkan kepala pusing, kecemasan, depresi bahkan dapat menurunkan tingkat produktivitas seseorang. Namun tidak selamanya stress berdampak negatif, keadaan stress pada seseorang dapat memaksa dia untuk berpikir yang jauh lebih kreatif dari sebelumnya. Stress dapat diatasi dengan berbagai cara seperti meditasi, pengenduran, berolahraga, memperluas jaringan sosial, dan bisa berkonsultasi kepada psikolog.

Penulis menyarankan bahwa sebaiknya dampak stress tidak harus dilihat dari segi negatifnya tetapi kita juga harus telaah untuk segi positifnya. Stress sebaiknya diatasi dengan cara-cara yang positif saja, jangan sampai keliru mengatasi stress dengan hal yang tidak sehat dan dapat merusak tubuh, seperti merokok, mabuk-mabukan, tidur terlalu lama, mengkonsumsi obat-obatan terlarang dan sebagainya. Yang ada masalah tidak selesai dan bertambah masalah baru.

 DAFTAR PUSTAKA

Suwarto, Fx.1999.Perilaku Keorganisasian.Yogyakarta:Universitas Atmajaya Yogyakarta.

Robbin, Stephen.2008.Organizational Behavior.Jakarta:Salemba Empat.

Gibson, Ivan Cevich, dan Donnelly.1996.Organisasi Edisi Kedelapan.Jakarta:Binarupa Aksara.

http://andishimawan.blogspot.com/2013/05/makalah-stre.html. Akses tanggal 29 Oktober 2013.

PRINSIP DAN KODE ETIK DALAM BISNIS

PENGERTIAN PROFESI

  1. Definisi yang sangat luas, profesi adalah sebuah pekerjaan yang secara khusus dipilih, dilakukan dengan konsisten, kontinu ditekuni, sehingga orang bisa menyebut kalau dia memang berprofesi di bidang tersebut.
  2. Definisi lebih sempit, profesi adalah pekerjaan yang ditandai oleh pendidikan dan keterampilan khusus.
  3. Definisi yang lebih khusus lagi, profesi ditandai oleh tiga unsur penting yaitu pekerjaan, pendidikan atau keterampilan khusus, dan adanya komitmen moral/nilai-nilai etis.

 Ciri-ciri Profesi :

  1. Profesi adalah suatu pekerjaan mulia.
  2. Untuk menekuni profesi ini diperlukan pengetahuan, keahlian dan keterampilan tinggi.
  3. Pengetahuan, keahlian dan keterampilan diperoleh melalui pendidikan formal, pelatihan dan praktik/pengalaman langsung.
  4. Memerlukan komitmen moral (kode etik) yang ketat.
  5. Profesi ini berdampak luas bagi kepentingan masyarakat umum.
  6. Profesi ini mampu memberikan penghasilan/nafkah bagi penyandang profesi untuk hidup layak.
  7. Ada organisasi profesi sebagai wadah untuk bertukar pikiran, mengembangkan program pelatihan dan pendidikan berkelanjutan, serta menyempurnakan, menegakkan dan mengawasi pelaksanaan kode etik di antara anggota profesi tersebut.
  8. Ada ijin dari pemerintah untuk menekuni profesi ini.

 BISNIS SEBAGAI PROFESI

Bisnis dianggap sebagai profesi karena telah sesuai dengan definisi dan ciri-ciri suatu profesi, yaitu :

  1. Profesi adalah pekerjaan dan di dalam bisnis terdapat banyak jenis pekerjaan.
  2. Sebagian besar jenis pekerjaan di dalam perusahaan.
  3. Profesi menuntut penerapan kaidah moral/etika yang sangat ketat.
  4. Tuntutan kaidah moral yang tinggi menjadi keharusan dalam bisnis.

 PRINSIP-PRINSIP ETIKA BISNIS

  1. Prinsip-prinsip etika bisnis menurut Caux Round Table (dalam Alois A. Nugroho, 2011)
    1. Tanggung jawab bisnis : dari shareholders ke stakeholders
    2. Dampak ekonomis dan sosial dari bisnis : menuju inovasi, keadilan dan komunitas dunia.
    3. Perilaku bisnis : dari hukum yang tersurat ke semangat saling percaya
    4. Sikap menghormati aturan
    5. Dukungan bagi perdagangan multilateral
    6. Sikap hormat bagi lingkungan alam
    7. Menghindari operasi-operasi yang tidak etis
    8. Prinsip etika bisnis menurut Sonny Keraf (1998)
      1. Prinsip otonomi
      2. Prinsip kejujuran
      3. Prinsip keadilan
      4. Prinsip saling menguntungkan
      5. Prinsip integritas moral

 ETIKA LINGKUNGAN HIDUP

ISU LINGKUNGAN HIDUP

Masalah etika tidak hanya dipahami sebatas pengaruh perilaku manusia terhadap manusia lainnya, tetapi juga mempelajari hubungan dan keterkaitan antara manusia dengan alam dan pengaruh tindakan manusia terhadap kerusakan lingkungan. Dari pertumbuhan ekonomi secara global, saat ini telah memunculkan enam persoalan lingkungan hidup yaitu :

  1. Akumulasi bahan beracun
  2. Efek rumah kaca
  3. Perusakan lapisan ozon
  4. Hujan asam
  5. Deforestasi dan penggurunan
  6. Serta kematian bentuk-bentuk kehidupan (keanekaragaman hayati)

 PARADIGMA ETIKA LINGKUNGAN

  1. Etika kepentingan generasi mendatang, yang memandang bahwa suatu keputusan dan tindakan hendaknya jangan hanya memikirkan kepentingan umat manusia pada generasi saat ini saja, tetapi juga kepentingan umat manusia pada generasi-generasi mendatang.
  2. Etika lingkungan biosentris, yang memandang perilaku etis bukan saja dari sudut pandang manusia, tetapi juga dari sudut pandang nonmanusia (flora, fauna, dan benda bumi nonorganisme) sebagai satu kesatuan sistem lingkungan.
  3. Etika ekosistem, menganggap Sang Pencipta (Tuhan) dan seluruh ciptaannya (bumi dan seluruh isinya, sistem tata surya, sistem galaksi, dan sistem alam jagat raya) dianggap sebagai moral patients.

 KODE ETIK DI TEMPAT KERJA

  1. Kode Etik Sumber Daya Manusia

Ada empat peran yang melekat pada departemen SDM yaitu :

  • Peran administratif
  • Peran konstribusi
  • Peran agen perubahan
  • Peran mitra strategis

Topik-topik yang dijumpai dalam kode etik perusahaan :

  • Prinsip-prinsip etika : kejujuran, keadilan, rasa kasih, integritas, prediktabilitas, reponsibilitas.
  • Penghormatan terhadap hak dan kewajiban setiap pemangku kepentingan (stakeholders).
  • Visi, misi dan kebijakan pokok yang terkait dengan hal di atas.
  • Kerangka proses keputusan etis.
  • Kapan perlu nasehat dan kepada siapa meminta nasehat.
  • Topik-topik khusus untuk temuan di atas 5% yang berhubungan dengan karyawan, pemasok dan kode usaha patungan (joint venture codes) :
    • Penyuapan
    • Konflik kepentingan
    • Keamanan informasi
    • Penerimaan hadiah
    • Diskriminasi/peluang yang sama
    • Pemberian hadiah
    • Proteksi lingkungan
    • Pelecehan seksual
    • Antitrust
    • Keamanan tempat kerja
    • Kegiatan politik
    • Hubungan kemasyarakatan
    • Kerahasiaan informasi pribadi
    • Hak asasi manusia
    • Privasi karyawan
    • Program proteksi dan whistleblowing
    • Penyalahgunaan substansi
    • Nepotisme
    • Tenaga anak
  1. Kode Etik Pemasaran

American Marketing Association (AMA)

  1. Tanggung jawab (responsibilities), … pelaku pemasaran harus bertanggungjawab atas konsekuensi aktivitas mereka dan selalu berusaha agar keputusan, rekomendasi dan fungsi tindakan mereka mengidentifikasi, melayani, dan memuaskan masyarakat (publik) yang relevan : para pelanggan, organisasi dan masyarakat … .
  2. Kejujuran dan kewajaran (honesty and fairness), pelaku pemasaran harus menjaga dan mengembangkan integritas, kehormatan dan martabat profesi pemasaran … .
  3. Rights and duties of parties
  4. Organizational relationships
  5. Kode Etik Akuntansi

Insitute of Management Accountants

  1. Kompetensi

Artinya, akuntan harus memelihara pengetahuan dan keahlian yang sepantasnya, mengikuti hukum, peraturan dan standar teknis, dan membuat laporan yang jelas dan lengkap berdasarkan informasi yang dapat dipercaya dan relevan. Praktisi manajemen akuntansi dan manajemen keuangan memiliki tanggung jawab untuk :

  • Menjaga tingkat kompetensi profesional sesuai dengan pembangunan berkelanjutan, pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki.
  • Melakukan tugas sesuai dengan hukum, peraturan dan standar teknis yang berlaku.
  • Mampu menyiapkan laporan yang lengkap, jelas, dengan informasi yang relevan serta dapat diandalkan.
  1. Kerahasiaan (Confidentiality)

Mengharuskan seorang akuntan manajemen untuk tidak mengungkapkan informasi rahasia kecuali ada otorisasi dan hukum yang mengharuskan untuk melakukan hal tersebut. Praktisi manajemen akuntansi dan manajemen keuangan memiliki tanggung jawab untuk :

  • Mampu menahan diri dari mengungkapkan informasi rahasia yang diperoleh dalam pekerjaan, kecuali ada izin dari atasan atau atas dasar kewajiban hukum.
  • Menginformasikan kepada bawahan mengenai kerahasiaan informasi yang diperoleh, agar dapat menghindari bocornya rahasia perusahaan. Hal ini dilakukan juga untuk menjaga pemeliharaan kerahasiaan.
  • Menghindari diri dari mengungkapkan informasi yang diperoleh untuk kepentingan pribadi maupun kelompok secara ilegal melalui pihak ketiga.
  1. Integritas (Integrity)

Mengharuskan untuk menghindari “conflicts of interest”, menghindari kegiatan yang dapat menimbulkan prasangka terhadap kemampuan mereka dalam menjunjung etika. Praktisi manajemen akuntansi dan manajemen keuangan memiliki tanggung jawab untuk :

  • Menghindari adanya konflik akrual dan menyarankan semua pihak agar terhindar dari potensi konflik.
  • Menahan diri dari agar tidak terlibat dalam kegiatan apapun yang akan mengurangi kemampuan mereka dalam menjalankan tugas secara etis.
  • Menolak berbagai hadiah, bantuan, atau bentuk sogokan lain yang dapat mempengaruhi tindakan mereka.
  • Menahan diri dari aktivitas negatif yang dapat menghalangi dalam pencapaian tujuan organisasi.
  • Mampu mengenali dan mengatasi keterbatasan profesional atau kendala lain yang dapat menghalangi penilaian tanggung jawab kinerja dari suatu kegiatan.
  • Mengkomunikasikan informasi yang tidak menguntungkan serta yang menguntungkan dalam penilaian profesional.
  • Menahan diri agar tidak terlibat dalam aktivitas apapun yang akan mendiskreditkan profesi.
  1. Objektivitas (Objectifity)

Mengharuskan para akuntan untuk mengkomunikasikan informasi secara wajar dan objektif, mengungkapan secara penuh (fully disclose) semua informasi relevan yang diharapkan dapat mempengaruhi pemahaman user terhadap pelaporan, komentar dan rekomendasi yang ditampilkan. Praktisi manajemen akuntansi dan manajemen keuangan memiliki tanggung jawab untuk :

  • Mengkomunikasikan atau menyebarkan informasi yang cukup dan objektif.
  • Mengungkapkan semua informasi relevan yang diharapkan dapat memberikan pemahaman akan laporan atau rekomendasi yang disampaikan.
  1. Resolusi atas konflik etis

Dalam menerapkan standar kode etik, praktisi akuntansi manajemen dan manajemen keuangan mungkin menghadapi masalah dalam mengidentifikasikan perilaku tidak etis atau di dalam memecahkan suatu konflik etis.

  1. Kode Etik Keuangan

Association for Investment Management and Research (AIMR)

  1. Tanggung jawab fundamental
  2. Hubungan dan tanggung jawab atas profesi
  3. Hubungan dan tanggung jawab pada atasan
  4. Hubungan dan tanggung jawab pada pelanggan dan calon pelanggan
  5. Hubungan dan tanggung jawab kepada publik
  6. Kode Etik Teknologi Informasi

Association for Computing Machinary

Komitmen terhadap kode etik professional diharapkan bagi setiap anggota (anggota yang mempunyai hak suara, anggota asosiasi dan anggota mahasiswa) dari Association for Computing Machinary. Kode ini mencakup 24 keharusan yang dirumuskan sebagai pernyataan tentang tanggung jawab pribadi, mengidentifikasi unsur-unsur seperti komitmen.

  1. Kode Etik Fungsi Lainnya

Setiap elemen di dalam perusahaan akan berinteraksi satu dengan yang lainnya yang akan memengaruhi perusahaan secara keseluruhan, sekecil apapun peran yang dimainkan oleh setiap elemen tersebut. Misalnya bagian produksi di suatu perusahaan. Walaupun bagian produksi tidak berhubungan langsung dengan pelanggan, namun kualitas produk yang dihasilkan sangat menentukan kinerja fungsi pemasaran.

 PERBANDINGAN KODE ETIK

American Marketing Association (AMA)

Institute of Management Accountants

Association for Investment Management and Research (AIMR)

Association for Computing Machine (ACM)

Tanggung jawab

Kompetensi

Kompetensi

Tanggung jawab dan komitmen

Kejujuran dan Kewajaran

Integritas

Integritas, Martabat (dignity)

Jujur dan dapat dipercaya

Hak dan Kewajiban

Kerahasiaan, Objektivitas

Kerahasiaan, Objektivitas, Independensi

Kerahasiaan, Menghormati hak kekayaan intelektual

Hubungan organisasi

Resolusi atas konflik etis

Kehati-hatian; Larangan menggunakan informasi nonpublik

Adil dan tidak diskriminatif; Menghormati privasi orang lain

 DAFTAR PUSTAKA

Agoes Sukrisno dan Ardana, I Centik (2011), Etika Bisnis dan Profesi-Tantangan Membangun Manusia Seutuhnya, Penerbit Salemba Empat Jakarta

TEORI-TEORI ETIKA

BEBERAPA TEORI ETIKA

  1. 1.      Egoisme

Rachels (2004) memperkenalkan dua konsep yang berhubungan dengan egoisme, yaitu egoisme psikologis dan egoisme etis. Egoisme psikologis adalah suatu teori yang menjelaskan bahwa semua tindakan manusia dimotivasi oleh kepentingan berkutat diri. Egoisme etis adalah tindakan yang dilandasi oleh kepentingan diri sendiri. Yang membedakan tindakan berkutat diri (egoisme psikologis) dengan tindakan untuk kepentingan diri (egoisme etis) adalah pada akibatnya terhadap orang lain. Tindakan berkutat diri ditandai dengan ciri mengabaikan atau merugikan kepentingan orang lain, sedangkan tindakan mementingkan diri tidak selalu merugikan kepentingan orang lain.

  1. 2.      Utilitarianisme

Utilitarianisme berasal dari kata Latin utilis, kemudian menjadi kata Inggris utility yang berarti bermanfaat (Bertens, 2000). Menurut teori ini, suatu tindakan dapat dikatan baik jika membawa manfaat bagi sebanyak mungkin anggota masyarakat, atau dengan istilah yang sangat terkenal “the greatest happiness of the greatest numbers”. Perbedaan paham utilitarianisme dengan paham egoisme etis terletak pada siapa yang memperoleh manfaat. Egoisme etis melihat dari sudut pandang kepentingan individu, sedangkan paham utilitarianisme melihat dari sudut kepentingan orang banyak (kepentingan bersama, kepentingan masyarakat).

Paham utilitarianisme dapat diringkas sebagai berikut :

  1. Tindakan harus dinilai benar atau salah hanya dari konsekuensinya (akibat, tujuan atau hasilnya).
  2. Dalam mengukur akibat dari suatu tindakan, satu-satunya parameter yang penting adalah jumlah kebahagiaan atau jumlah ketidakbahagiaan.
  3. Kesejahteraan setiap orang sama pentingnya.
  4. 3.      Deontologi

Istilah deontologi berasal dari kata Yunani deon yang berarti kewajiban. Paham deontologi mengatakan bahwa etis tidaknya suatu tindakan tidak ada kaitannya sama sekali dengan tujuan, konsekuensi atau akibat dari tindakan tersebut. Konsekuensi suatu tindakan tidak boleh menjadi pertimbangan untuk menilai etis atau tidaknya suatu tindakan. Suatu perbuatan tidak pernah menjadi baik karena hasilnya baik. Hasil baik tidak pernah menjadi alasan untuk membenarkan suatu tindakan, melainkan hanya kisah terkenal Robinhood yang merampok kekayaan orang-orang kaya dan hasilnya dibagikan kepada rakyat miskin.

  1. 4.      Teori Hak

Dalam pemikiran moral dewasa ini barangkali teori hak ini adalah pendekatan yang paling banyak dipakai untuk mengevaluasi baik buruknya suatu perbuatan atau perilaku. Sebetulnya teori hak merupakan suatu aspek dari teori deontologi, karena hak berkaitan dengan kewajiban. Malah bisa dikatakan, hak dan kewajiban bagaikan dua sisi dari uang logam yang sama. Dalam teori etika dulu diberi tekanan terbesar pada kewajiban, tapi sekarang kita mengalami keadaan sebaliknya, karena sekarang segi hak paling banyak ditonjolkan. Biarpun teori hak ini sebetulnya berakar dalam deontologi, namun sekarang ia mendapat suatu identitas tersendiri dan karena itu pantas dibahas tersendiri pula. Hak didasarkan atas martabat manusia dan martabat semua manusia itu sama. Karena itu teori hak sangat cocok dengan suasana pemikiran demokratis. Teori hak sekarang begitu populer, karena dinilai cocok dengan penghargaan terhadap individu yang memiliki harkat tersendiri. Karena itu manusia individual siapapun tidak pernah boleh dikorbankan demi tercapainya suatu tujuan yang lain.

Menurut perumusan termasyur dari Immanuel Kant : yang sudah kita kenal sebagai orang yang meletakkan dasar filosofis untuk deontologi, manusia merupakan suatu tujuan pada dirinya (an end in itself). Karena itu manusia selalu harus dihormati sebagai suatu tujuan sendiri dan tidak pernah boleh diperlakukan semata-mata sebagai sarana demi tercapainya suatu tujuan lain.

  1. 5.      Teori Keutamaan (Virtue Theory)

Dalam teori-teori yang dibahas sebelumnya, baik buruknya perilaku manusia dipastikan berdasarkan suatu prinsip atau norma. Dalam konteks utilitarisme, suatu perbuatan adalah baik, jika membawa kesenangan sebesar-besarnya bagi jumlah orang terbanyak. Dalam rangka deontologi, suatu perbuatan adalah baik, jika sesuai dengan prinsip “jangan mencuri”, misalnya. Menurut teori hak, perbuatan adalah baik, jika sesuai dengan hak manusia. Teori-teori ini semua didasarkan atas prinsip (rule-based).

Disamping teori-teori ini, mungkin lagi suatu pendekatan lain yang tidak menyoroti perbuatan, tetapi memfokuskan pada seluruh manusia sebagai pelaku moral. Teori tipe terakhir ini adalah teori keutamaan (virtue) yang memandang sikap atau akhlak seseorang. Dalam etika dewasa ini terdapat minat khusus untuk teori keutamaan sebagai reaksi atas teori-teori etika sebelumnya yang terlalu berat sebelah dalam mengukur perbuatan dengan prinsip atau norma. Namun demikian, dalam sejarah etika teori keutamaan tidak merupakan sesuatu yang baru. Sebaliknya, teori ini mempunyai suatu tradisi lama yang sudah dimulai pada waktu filsafat Yunani kuno.

Keutamaan bisa didefinisikan sebagai berikut : disposisi watak yang telah diperoleh seseorang dan memungkinkan dia untuk bertingkah laku baik secara moral. Kebijaksanaan, misalnya, merupakan suatu keutamaan yang membuat seseorang mengambil keputusan tepat dalam setiap situasi. Keadilan adalah keutamaan lain yang membuat seseorang selalu memberikan kepada sesama apa yang menjadi haknya. Kerendahan hati adalah keutamaan yang membuat seseorang tidak menonjolkan diri, sekalipun situasi mengizinkan. Suka bekerja keras adalah keutamaan yang membuat seseorang mengatasi kecenderungan spontan untuk bermalas-malasan. Ada banyak keutamaan semacam ini. Seseorang adalah orang yang baik jika memiliki keutamaan. Hidup yang baik adalah hidup menurut keutamaan (virtuous life).

Menurut pemikir Yunani (Aristoteles), hidup etis hanya mungkin dalam polis. Manusia adalah “makhluk politik”, dalam arti tidak bisa dilepaskan dari polis atau komunitasnya. Dalam etika bisnis, teori keutamaan belum banyak dimanfaatkan. Solomon membedakan keutamaan untuk pelaku bisnis individual dan keutamaan pada taraf perusahaan. Di samping itu ia berbicara lagi tentang keadilan sebagai keutamaan paling mendasar di bidang bisnis. Diantara keutamaan yang harus menandai pebisnis perorangan bisa disebut : kejujuran, fairness, kepercayaan dan keuletan. Keempat keutamaan ini berkaitan erat satu sama lain dan kadang-kadang malah ada tumpang tindih di antaranya. Kejujuran secara umum diakui sebagai keutamaan pertama dan paling penting yang harus dimiliki pelaku bisnis. Kejujuran menuntut adanya keterbukaan dan kebenaran. Jika mitra bisnis ingin bertanya, pebisnis yang jujur selalu bersedia memberi keterangan. Tetapi suasana keterbukaan itu tidak berarti si pebisnis harus membuka segala kartunya. Sambil berbisnis, sering kita terlibat dalam negosiasi kadang-kadang malah negosiasi yang cukup keras dan posisi sesungguhnya atau titik tolak kita tidak perlu ditelanjangi bagi mitra bisnis. Garis perbatasan antara kejujuran dan ketidakjujuran tidak selalu bisa ditarik dengan tajam.

Ketiga keutamaan lain bisa dibicarakan dengan lebih singkat. Keutamaan kedua adalah fairness. Fairness adalah kesediaan untuk memberikan apa yang wajar kepada semua orang dan dengan “wajar” dimaksudkan apa yang bisa disetujui oleh semua pihak yang terlibat dalam suatu transaksi. Insider trading adalah contoh mengenai cara berbisnis yang tidak fair. Dengan insider trading dimaksudkan menjual atau membeli saham berdasarkan informasi “dari dalam” yang tidak tersedia bagi umum. Bursa efek sebagai institusi justru mengandaikan semua orang yang bergiat disini mempunyai pengetahuan yang sama tentang keadaan perusahaan yang mereka jualbelikan sahamnya. Orang yang bergerak atas dasar informasi dari sumber tidak umum (jadi rahasia) tidak berlaku fair.

Kepercayaan (trust) juga merupakan keutamaan yang penting dalan konteks bisnis. Kepercayaan harus ditempatkan dalam relasi timbal balik. Ada beberapa cara untuk mengamankan kepercayaan. Salah satu cara adalah memberi garansi atau jaminan. Cara-cara itu bisa menunjang kepercayaan antara pebisnis, tetapi hal itu hanya ada gunanya bila akhirnya kepercayaan melekat pada si pebisnis itu sendiri.

  1. 6.      Teori Etika Teonom

Sebagaimana dianut oleh semua penganut agama di dunia bahwa ada tujuan akhir yang ingin dicapai umat manusia selain tujuan yang bersifat duniawi, yaitu untuk memperoleh kebahagiaan surgawi. Teori etika teonom dilandasi oleh filsafat risten, yang mengatakan bahwa karakter moral manusia ditentukan secara hakiki oleh kesesuaian hubungannya dengan kehendak Allah. Perilaku manusia secara moral dianggap baik jika sepadan dengan kehendak Allah, dan perilaku manusia dianggap tidak baik bila tidak mengikuti aturan/perintah Allah sebagaimana dituangkan dalam kitab suci.

Sebagaimana teori etika yang memperkenalkan konsep kewajiban tak bersyarat diperlukan untuk mencapai tujuan tertinggi yang bersifat mutlak. Kelemahan teori etika Kant teletak pada pengabaian adanya tujuan mutlak, tujuan tertinggi yang harus dicapai umat manusia, walaupun ia memperkenalkan etika kewajiban mutlak. Moralitas dikatakan bersifat mutlak hanya bila moralitas itu dikatakan dengan tujuan tertinggi umat manusia. Segala sesuatu yang bersifat mutlak tidak dapat diperdebatkan dengan pendekatan rasional karena semua yang bersifat mutlak melampaui tingkat kecerdasan rasional yang dimiliki manusia.

 ETIKA ABAD KE-20

  1. Arti Kata “Baik” Menurut George Edward Moore
  2. Tatanan Nilai Max Scheller
  3. Etika Situasi Joseph Fletcher
  4. Pangdangan Penuh Kasih Iris Murdoch
  5. Pengelolaan Kelakuan Byrrhus Frederic Skinner
  6. Prinsip Tanggung Jawab Hans Jonas
  7. Kegagalan Etika Pencerahan Alasdair Maclntyre

 TEORI ETIKA DAN PARADIGMA HAKIKAT MANUSIA

  1. Tampaknya sampai saat ini telah muncul beragam paham atau teori etika, dimana masing-masing teori mempunyai pendukung dan penentang yang cukup berpengaruh.
  2. Munculnya beragam teori etika karena adanya perbedaan paradigma, pola pikir atau pemahaman tentang hakikat hidup sebagai manusia.
  3. Hampir semua teori etika yang ada didasarkan atas paradigma tidak utuh tentang hakikat manusia.
  4. Semua teori yang seolah-olah saling bertentangan tersebut sebenarnya tidaklah bertentangan.
  5. Teori-teori yang tampak bagikan potongan-potongan terpisah ini dapat dipadukan menjadi satu teori tunggal berdasarkan paradigm hakikat manusia secara utuh.
  6. Inti dari etika manusia utuh adalah keseimbangan pada :
  • Kepentingan pribadi, kepentingan masyarakat dan kepentingan Tuhan.
  • Keseimbangan moral materi (PQ dan IQ), modal sosial (EQ) dan modal spiritual (SQ).
  • Kebahagiaan lahir (duniawi), kesejahteraan masyarakat dan kebahgiaan batin surgawi.
  • Keseimbangan antara hak (individu) dengan kewajiban kepada masyarakat dan Tuhan.

 

TANTANGAN KE DEPAN ETIKA SEBAGAI ILMU

Ilmu etika ke depan hendaknya didasarkan atas paradigma manusia utuh, yaitu suatu pola pikir yang mengutamakan integrasi dan keseimbangan pada :

  1. Pertumbuhan PQ, IQ, EQ dan SQ.
  2. Kepentingan individu, kepentingan masyarakat dan kepentingan Tuhan.
  3. Keseimbangan tujuan lahiriah (duniawi) dengan tujuan rohaniah (spiritual).

Hakikat utuh manusia adalah keseimbangan yang bisa diringkas sebagai berikut :

  1. Keseimbangan antara hak (teori hak) dan kewajiban (teori deontologi).
  2. Keseimbangan tujuan duniawi (teori teologi) dan rohani (teori teonom).
  3. Kesiembangan antara kepentingan individu (teori egoisme) dan kepentingan masyarakat (teori utilitarianisme).
  4. Gabungan ketiga butir di atas akan menentukan karakter seseorang (teori keutamaan).
  5. Hidup adalah suatu proses evolusi kesadaran.

  

DAFTAR PUSTAKA

Agoes Sukrisno dan Ardana, I Centik (2011), Etika Bisnis dan Profesi-Tantangan Membangun Manusia Seutuhnya, Penerbit Salemba Empat Jakarta

ETIKA DAN LINGKUNGAN

HAKIKAT EKONOMI DAN BISNIS

Asal kata Ekonomi dari bahasa Yunani, oikonomia yang berarti pengelolaan rumah, maksudnya adalah cara rumah tangga memperoleh dan menghasilkan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan hidup anggota rumah tangganya, kemudian timbul ilmu ekonomi.

Pengertian ilmu Ekonomi adalah ilmu yang berhubungan dengan produksi, distribusi dan konsumsi.

Asumsi dasar Ilmu ekonomi adalah :

  1. Kebutuhan
  2. Sumber daya yang terbatas

Ilmu ekonomi modern dewasa ini telah menanamkan paradigma tentang hakikat manusia sebagai berikut :

  1. Manusia adalah makhluk ekonomi.
  2. Manusia mempunyai kebutuhan tak terbatas.
  3. Dalam upaya merealisasikan kebutuhannya, manusia bertindak rasional.

Dampak dari paradigma ini adalah :

  1. Tujuan hidup manusia hanya mengejar kekayaan materi dan melupakan tujuan spiritual.
  2. Manusia cenderung hanya memercayai pikiran rasionalnya saja dan mengabaikan adanya potensi kesadaran transcendental.
  3. Mengajarkan bahwa sifat manusia itu serakah.

Sistem ekonomi adalah jaringan berbagai unsur yang terdiri dari atas pola pikir, konsep, teori, asumsi dasar, kebijakan, infrastruktur, institusi, seperangkat hukum, pemerintahan, negara, rakyat dan unsur terkait lainnya. Dengan mempelajari sejarah ekonomi, kita dapat mengetahui adanya dua paham sistem ekonomi eksterem yang berkembang, yaitu ekonomi kapitalis dan ekonomi komunis. Paham ekonomi kapitalis adalah adanya kebebasan individu yang memiliki, mengumpulkan dan mengusahakan kekayaan secara individu. Sedangkan paham ekonomi komunis adalah kebalikan dari paham ekonomi kapitalis. Ada sistem ekonomi lain yang sebenarnya merupakan penggabungan dari kedua sistem tersebut, yaitu Pancasila. Pokok-pokok pikiran dalam falsafah Pancasila antara lain :

  1. Tujuan : mewujudkan masyarakat adil dan sejahtera (sila ke-5)
  2. Landasan operasional : kepercayaan kepada Tuhan YME sebagai landasan spiritual (sila ke-1), hak asasi manusia (sila ke-2), persatuan/kebersamaan rakyat dalam wilayah Indonesia (sila ke-3) dan kearifan demokrasi (sila ke-4).

Falsafah Pancasila sebenarnya dilandasi oleh semua teori etika yang ada, yaitu :

  1. Teori teonom (sila ke-1)
  2. Teori egoisme/teori hak (sila ke-2)
  3. Teori deontologi, teori kewajiban (sila ke-3 dan sila ke-4)
  4. Teori utilitiarianisme atau altruism (sila ke-5)

Pandangan Liberalisme dan Sosialisme terhadap Milik

  • Liberalisme menekankan milik pribadi sebagai salah satu hak manusia yang terpenting.
  • Sosialisme berpendapat bahwa milik tidak boleh dibatasi pada kepentingan individu saja, melainkan mempunyai fungsi sosial.
  • Perjuangan ideologis antara liberalisme dan sosialisme selama abad ke-19 dan ke-20 sebagian besar menghasilkan tatanan ekonomi dunia sekarang dan dengan jelas mempunyai aspek-aspek etis.

Tinjauan Sejarah

  1. John Locke dan Milik Pribadi
  2. Adam Smith dan Pasar Bebas
  3. Marxisme dan kritiknya atas milik pribadi

John Locke dan Milik Pribadi adalah orang yang pertama kali mendasarkan teori liberalisme tentang milik. Manusia mempunyai tiga hak kodrat :

  1. Hak untuk hidup (life)
  2. Hak untuk bebas (freedom)
  3. Hak atas milik (property)

Tuhan telah menyerahkan dunia kepada semua manusia bersama-sama. Pada waktu itu belum satu orang pun menyebut sesuatu sebagai miliknya sendiri.

Mengapa sekarang bisa timbul milik pribadi?

Menurut Locke, karena pekerjaan. Setiap manusia adalah tuan serta penguasa penuh atas kepribadiannya, atas tubuhnya dan atas tenaga kerja yang berasal dari tubuhnya. Dengan menambahkan pekerjaannya, manusia membuat sesuatu menjadi miliknya sendiri.

Adam Smith dan Pasar Bebas

  • Smith memandang pekerjaan sebagai sumber hak milik, tenaga kerja merupakan milik yang paling suci dan tidak boleh diganggu gugat.
  • Manusia secara khusus memiliki produktivitas dari pekerjaannya, produktivitas kerja menghasilkan kemakmuran, karena produktivitas kerja, suatu ekonomi dapat tumbuh.
  • Pentingnya pembagian kerja, karena akan meningkatkan produktivitas kerja.
  • Secara ekonomis pembagian kerja dapat dijalankan bila suatu produk dapat dihasilkan dan dipasarkan secara besar-besaran. (ingat produk peniti).

Pemikiran Smith tentang sistem ekonomi pasar bebas mempunyai beberapa implikasi etika yang menarik yaitu :

  • Motivasi untuk mengambil bagian dalam kegiatan tukar-menukar di pasar adalah kepentingan-diri. Harus diakui! Tidak boleh langsung ditarik kesimpulan bahwa kegiatan ekonomis di pasar tidak etis.
  • Semua orang ingin bisa maju dalam kehidupannya, ambisi ini tidak pernah meninggalkan manusia seumur hidup, kita ingin agar kita sendiri maju, bukan supaya orang lain maju. Apakah sikap dasar kita semua tidak etis?
  • Menurut Smith, hal itu karena setiap manusia memilik kepentingan diri/self-interest è egoisme. Egoisme merupakan suatu keburukan; yang kedua adalah cinta diri/self-love, bukan merupakan nilai keutamaan, cinta diri bersifat netral motif yang sah untuk kelakuan kita, kalau berlebihan nantinya akan menuju egoisme, merupakan suatu keburukan juga.
  • Kepentingan diri merupakan motivasi utama yang mendorong kita untuk mengadakan kegiatan ekonomis. Kita berbisnis demi kepentingan kita sendiri. Contoh kita beli beras di pasar atau bahan lainnya.
  • Berilah aku sesuatu yang aku inginkan, dan anda akan mendapatkan sesuatu yang anda inginkan. Memcari kepentingan diri pada kenyataanya menguntungkan untuk kedua belah pihak.
  • Berlaku etis kalau, penjual tidak boleh merugikan pembeli, pembeli tidak boleh merugikan penjual.
  • Berlaku tidak etis kalau penjual menjual barang yang sudah kedaluwarsa atau busuk, pembeli membayar dengan uang palsu.
  • Keduanya harus menerapkan aturan-aturan kebijaksanaan (kaidah emas)
  • Lawan egoisme adalah altruisme.
  • Altruisme adalah sikap suka memperhatikan dan mengutamakan kepentingan orang lain di atas kepentingan diri sendiri.
  • Cinta-diri dan kepentingan diri terletak antara egoisme dan altruisme.
  • Adam Smith merumuskan pikiran dalam sebuah teks yang terkenal: “Bukan dari kebaikan tukang masak kita mengharapkan santapan malam kita, melainkan dari perhatian mereka untuk kepentingan mereka sendiri. Bila memasuki restoran, kita tidak mengarahkan diri kita kepada perikemanusiaan mereka, melainkan kepada cinti-diri mereka, dan tidak pernah berbicara tentang kebutuhan kita sendiri melainkan tentang keuntungan mereka. Kecuali seorang pengemis, memilih menggantungan diri pada kebaikan hati sesama manusia”.
  • Kegiatan ekonomis menuntut sikap etis atau nilai keutamaan, tapi bukan kebaikan hati.
  • Kebaikan hati adalah keutamaan yang penting jika kita berkarya amal, dalam konteks bisnis tidak ada relevansinya.
  • Kegiatan ekonomis di pasar bukan saja menguntungkan bagi pihak-pihak yang langsung terlibat di dalamnya, tetapi bermanfaat juga untuk masyarakat sebagai keseluruhan.
  • Dengan mengikuti sistem pasar, akan tercipta kemakmuran paling besar dalam masyarakat.

Marxisme dan kritiknya atas hak milik pribadi

  • Menurut paham aliensi atau keterasingan bahwa sistem kapitalisme liberal, manusia itu terasing dari dirinya sendiri, terasing dari kodratnya sebagai manusia.
  • Sistem pekerjaan upahan merupakan biang keladi dari keterasingan. Pekerja tidak bisa lagi merealisasikan diri dalam pekerjaannya, karena produk kerjanya menjadi milik majikan. Si pekerja menjual tenaga kerjanya dan sebagai gantinya dia memperoleh upah. Milik pribadi merupakan akibat dari pekerjaan yang teralienasi dan serentak juga merupakan sarana yang menyebabkan alienasi dari pekerjaan, Situasi ini tidak dapat diperbaiki dengan memperjuangkan upah lebih pantas untuk kaum buruh, sebagaimana yang diusahakan oleh kaum sosialis.
  • Karena situasi itu, maka kaum maxixme menolak milik probadi.
  • Marxixme menolak pemilikan pribadi atas kapital atau modal, sebab yang memiliki kapital dengan sendirinya memiliki juga sarana-sarana produksi.
  • Manifesto Komunis menegaskan bahwa Kapital bukannya kekuatan pribadi, melainkan kekuatan sosial. Kapital merupakan produk dari pekerjaan kolektif dan serentak juga berfungsi sebagai sarana untuk pekerjaan kolektif.
  • Kapital menurut kodratnya sendiri berkaitan dengan kepentingan seluruh masyarakat dan karena itu harus menjadi milik umum.
  • Lembaga milik pribadi pada dasarnya merupakan penindasan atau eksploitasi kaum pekerja. Kapitalis menjadi pemilik dengan menghisap tenaga kerja orang lain.

Pertentangan dan Perdamaian antara Liberalisme dan Sosialisme

Liberalisme

  • Keadaan ekonomi harus berjalan menurut hukum penawaran-permintaan. Keadaan ekonomi paling baik akan tercapai bila mekanisme pasar bisa menentukan segala-galanya: harga jual, kesempatan kerja, volume produksi dan lainnya.
  • Suasana bebas ini harus diberikan kesempatan sebesar-besarnya dalam persaing. Dengan menyerahkan semuanya pada kekuatan pasar, akan tercipta keseimbangan sosio-ekonomi yang paling bagus. Setiap bentuk monopoli ditolak oleh mereka, karena monopoli merupakan buah hasil intervensi, demikian pula dengan proteksionisme.

Sosialisme

  • Sosialisme dilihat sebagi reaksi atas ketidakberesan dalam masyarakat yang disebabkan oleh liberalisme.

Pertentangannya adalah:

  • Liberalisme menempatkan individu di atas masyarakat, sedangkan sosialisme menempatkan masyarakat di atas individu.
  • Masyarakat uang diatur secara liberalisme ditandai egoisme, sedangkan masyarakat yang diatur secara sosilisme ditandai solidaritas atau kesetiakawanan.
  • Liberalisme menekankan hak atas milik, sosialismemenekankan pada hak milik bersama.

Kekuatan dan kelemahan

Kekuatan Liberalisme :

  • Milik pribadi diakui sebagai cara penting untuk mewujudkan kebebasan pribadi.

Kelemahan Liberalisme :

  • Kurang memperhatikan nasib kaum miskin dan orang yang kurang beruntung

Kekuatan Sosialisme :

  • Milik selalu mempunyai fungsi sosial dan tidak pernah boleh dibatasi pada kepenting pribadi saja.

Kelemahan Sosialisme :

  • Jika barang dimiliki bersama, tanggung jawab kurang dirasakan, barang yang kita miliki sendiri akan dirawat dan dipelihara agar tetap dalam keadaan baik.

Menuju Perdamaian

  • Sosialisme gagal karena harus mengakui keunggulan sistem ekonomi pasar bebas.
  • Liberalisme gagal karena harus meninggalkan prinsip dasarnya yaitu laissez faire atau non intervensi pemerintah.
  • Situasi akhir abad 20, yang berlaku untuk sosialisme berlaku juga untuk liberalisme.
  • Seluruh jaminan sosial, direncanakan dan diselenggarkan oleh negara.

Etika Pasar Bebas

  • Kompetisi dalam pasar bebas harus berprinsip pada keadilan seperti kompetisi dalam olahraga.
  • Kompetisi bertentangan dengan monopoli dan oligopoli.
  • Kompetisi dalam bisnis menuntut adanya kerja sama dengan pihak lain.

 ETIKA LINGKUNGAN

Etika Lingkungan berasal dari dua kata, yaitu Etika dan Lingkungan. Etika berasal dari bahasa yunani yaitu “Ethos” yang berarti adat istiadat atau kebiasaan. Ada tiga teori mengenai pengertian etika, yaitu: etika Deontologi, etika Teologi, dan etika Keutamaan. Etika Deontologi adalah suatu tindakan di nilai baik atau buruk berdasarkan apakah tindakan itu sesuai atau tidak dengan kewajiban. Etika Teologi adalah baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan atau akibat suatu tindakan. Sedangkan Etika keutamaan adalah mengutamakan pengembangan karakter moral pada diri setiap orang.

Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia yang mempengaruhi kelangsungan kehidupan kesejahteraan manusia dan makhluk hidup lain baik secara langsung maupun secara tidak langsung.

Jadi, etika lingkungan merupakan kebijaksanaan moral manusia dalam bergaul dengan lingkungannya.etika lingkungan diperlukan agar setiap kegiatan yang menyangkut lingkungan dipertimbangkan secara cermat sehingga keseimbangan lingkungan tetap terjaga.

Adapun hal-hal yang harus diperhatikan sehubungan dengan penerapan etika lingkungan sebagai berikut:

  1. Manusia merupakan bagian dari lingkungan yang tidak terpisahkan sehingga perlu menyayangi semua kehidupan dan lingkungannya selain dirinya sendiri.
  2. Manusia sebagai bagian dari lingkungan, hendaknya selalu berupaya untuk emnjaga terhadap pelestarian , keseimbangan dan keindahan alam.
  3. Kebijaksanaan penggunaan sumber daya alam yang terbatas termasuk bahan energy.
  4. Lingkungan disediakan bukan untuk manusia saja, melainkan juga untuk makhluk hidup yang lain.

Di samping itu, etika Lingkungan tidak hanya berbicara mengenai perilaku manusia terhadap alam, namun juga mengenai relasi di antara semua kehidupan alam semesta, yaitu antara manusia dengan manusia yang mempunyai dampak pada alam dan antara manusia dengan makhluk hidup lain atau dengan alam secara keseluruhan.

Jenis-Jenis Etika Lingkungan

Etika Lingkungan disebut juga Etika Ekologi. Etika Ekologi selanjutnya dibedakan dan menjadi dua  yaitu etika ekologi dalam dan etika ekologi dangkal. Selain itu etika lingkungan juga dibedakan lagi sebagai etika pelestarian dan etika pemeliharaan. Etika pelestarian adalah etika yang menekankan pada mengusahakan pelestarian alam untuk kepentingan manusia, sedangkan etika pemeliharaan dimaksudkan untuk mendukung usaha pemeliharaan lingkungan untuk kepentingan semua makhluk.

  1. Etika Ekologi Dangkal

Etika ekologi dangkal adalah pendekatan terhadap lingkungan yang menekankan bahwa lingkungan sebagai sarana untuk kepentingan manusia, yang bersifat antroposentris. Etika ekologi dangkal ini biasanya diterapkan pada filsafat rasionalisme dan humanisme serta ilmu pengetahuan mekanistik yang kemudian diikuti dan dianut oleh banyak ahli lingkungan. Kebanyakan para ahli lingkungan ini memiliki pandangan bahwa alam bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia.

Secara umum, Etika ekologi dangkal ini menekankan hal-hal berikut ini :

  • Manusia terpisah dari alam.
  • Mengutamakan hak-hak manusia atas alam tetapi tidak menekankan tanggung jawab manusia.
  • Mengutamakan perasaan manusia sebagai pusat keprihatinannya.
  • Kebijakan dan manajemen sunber daya alam untuk kepentingan manusia.
  • Norma utama adalah untung rugi.
  • Mengutamakan rencana jangka pendek.
  • Pemecahan krisis ekologis melalui pengaturan jumlah penduduk khususnya    dinegara miskin.
  • Menerima secara positif pertumbuhan ekonomi.
  1. Etika Ekologi Dalam

Etika ekologi dalam adalah pendekatan terhadap lingkungan yang melihat pentingnya memahami lingkungan sebagai keseluruhan kehidupan yang saling menopang, sehingga semua unsur mempunyai arti dan makna yang sama. Etika Ekologi ini memiliki prinsip yaitu bahwa semua bentuk kehidupan memiliki nilai bawaan dan karena itu memiliki hak untuk menuntut penghargaan karena harga diri, hak untuk hidup dan hak untuk berkembang. Premisnya adalah bahwa lingkungan moral harus melampaui spesies manusia dengan memasukkan komunitas yang lebih luas. Komunitas yang lebih luas disini maksudnya adalah komunitas yang menyertakan binatang dan tumbuhan serta alam.

Secara umum etika ekologi dalam ini menekankan hal-hal berikut :

  • Manusia adalah bagian dari alam.
  • Menekankan hak hidup mahluk lain, walaupun dapat dimanfaatkan oleh manusia, tidak boleh diperlakukan sewenang-wenang.
  • Prihatin akan perasaan semua mahluk dan sedih kalau alam diperlakukan sewenang-wenang.
  • Kebijakan manajemen lingkungan bagi semua mahluk.
  • Alam harus dilestarikan dan tidak dikuasai.
  • Pentingnya melindungi keanekaragaman hayati.
  • Menghargai dan memelihara tata alam.
  • Mengutamakan tujuan jangka panjang sesuai ekosistem.
  • Mengkritik sistem ekonomi dan politik dan menyodorkan sistem alternatif yaitu sistem mengambil sambil memelihara.  

Demikian pembagian etika lingkungan, Keduanya memiliki beberapa perbedaan-perbedaan seperti diatas. Tetapi bukan berarti munculnya etika lingkungan ini memberi jawab langsung atas pertanyaan mengapa terjadi kerusakan lingkungan. Namun paling tidak dengan adanya gambaran etika lingkungan ini dapat sedikit menguraikan norma-norma mana yang dipakai oleh manusia dalam melakukan pendekatan terhadap alam ini. Dengan demikian etika lingkungan berusaha memberi sumbangan dengan beberapa norma yang ditawarkan untuk mengungkap dan mencegah terjadinya kerusakan lingkungan.

 Strategi Menerapkan Etika Lingkungan

Adapun prinsip-prinsip dari etika lingkungan adalah sebagai berikut:

  • Sikap hormat terhadap alam (respect for nature)
  • Prinsip tanggung jawab (moral responsibility for nature)
  • Solidaritas kosmis (cosmic solidarity)
  • Prinsip kasih sayang dan kepedulian terhadap alam (caring for nature)
  • Prinsip tidak merugikan alam secara tidak perlu
  • Prinsip hidup sederhana dan selaras dengan alam
  • Prinsip keadilan
  • Prinsip demokrasi
  • Prinsip integritas moral

Dari beberapa pembahasan di atas, bahwa kita di tuntut untuk menjaga lingkungan. Dalam menjaga lingkungan, manusia harus memiliki ”etika”. Etika lingkungan ini adalah sikap kita dalam menjaga kelestarian alam ini agar alam ini tidak rusak, baik ekosistem maupun habitatnya. Perlu kita sadari bahwa kita ini juga nagian dari alam ini. Maka kita harus menjaga lingkungan ini dengan baik dengan norma-norma etika lingkungan.

Jadi dapat disimpulkan bahwa :

  • Etika lingkungan merupakan kebijaksanaan moral manusia dalam bergaul dengan lingkungannya.etika lingkungan diperlukan agar setiap kegiatan yang menyangkut lingkungan dipertimbangkan secara cermat sehingga keseimbangan lingkungan tetap terjaga.
  • Manusia adalah bagian dari lingkungan yang tidak bisa dipisahkan, maka diperlukan menjaga, menyanyangi, dan melestarikan lingkungan. Karena lingkungan ini diciptakan tidak hanya untuk manusia saja, tetapi seluruh komponen alam di dunia ini.
  • Etika lingkungan disebut juga etika ekologi. Etika ekologi dibedakan menjadi etika ekologi dangkal dan etika ekologi dalam.
  • Etika ekologi dangkal adalah pendekatan terhadap lingkungan yang menekankan bahwa lingkungan sebagai sarana untuk kepentingan manusia, sedangkan etika ekologi dalam adalah pendekatan terhadap lingkungan yang melihat pentingnya memahami lingkungan sebagai keseluruhan kehidupan.
  • Teori lingkungan diantaranya adalah: Antroposentrisme, Biosentrisme, Ekosentrisme, Zoosentrisme, dan hak asasi alam.

Prinsip-prinsip lingkungan adalah: sikap hormat terhadap alam, tanggung jawab, solidaritas, kasih saying dan kepedulian, tidak merugikan alam secara tidak perlu, hidup sederhana dan selaras dengan alam, keadilan, demokrasi, dan integritas moral

Daftar Perusahaan Manufaktur di BEI

Perusahaan manufaktur (industri pengolahan) di BEI meliputi sektor industri dasar dan kimia, sektor aneka industri dan sektor industri barang konsumsi.

A. Sektor industri dasar dan kimia

A.1 Semen

  1. INTP (Indocement Tunggal Prakasa Tbk)
  2. SMCB (Holcim Indonesia Tbk)
  3. SMGR (Semen Gresik Tbk)

A.2 Keramik, porselen & kaca

  1. AMFG (Asahimas Flat Glass Tbk)
  2. ARNA (Arwana Citra Mulia Tbk)
  3. IKAI (Inti Keramik Alam Asri Industri Tbk)
  4. KIAS (Keramika Indonesia Assosiasi Tbk)
  5. MLIA (Mulia Industrindo Tbk)
  6. TOTO (Surya Toto Indonesia Tbk)

A.3 Logam & sejenisnya

  1. ALKA (Alaska Industrindo Tbk)
  2. ALMI (Alumindo Light Metal Industry Tbk)
  3. BTON (Beton Jaya Manunggal Tbk)
  4. CTBN (Citra Turbindo Tbk)
  5. GDST (Gunawan Dianjaya Steel Tbk)
  6. INAI (Indal Aluminium Industry Tbk)
  7. ITMA (Itamaraya Tbk)
  8. JKSW (Jakarta Kyoei Steel Work LTD Tbk)
  9. JPRS (Jaya Pari Steel Tbk)
  10. KRAS (Krakatau Steel Tbk)
  11. LION (Lion Metal Works Tbk)
  12. LMSH (Lionmesh Prima Tbk)
  13. MYRX (Hanson International Tbk)
  14. NIKL (Pelat Timah Nusantara Tbk)
  15. PICO (Pelangi Indah Canindo Tbk)
  16. TBMS (Tembaga Mulia Semanan Tbk)

A.4 Kimia

  1. BRPT (Barito Pasific Tbk)
  2. BUDI (Budi Acid Jaya Tbk)
  3. DPNS (Duta Pertiwi Nusantara)
  4. EKAD (Ekadharma International Tbk)
  5. ETWA (Eterindo Wahanatama Tbk)
  6. INCI (Intan Wijaya International Tbk)
  7. SOBI (Sorini Agro Asia Corporindo Tbk)
  8. SRSN (Indo Acitama Tbk)
  9. TPIA (Chandra Asri Petrochemical)
  10. UNIC (Unggul Indah Cahaya Tbk)

A.5 Plastik & Kemasan

  1. AKKU (Alam Karya Unggul Tbk)
  2. AKPI (Argha Karya Prima Industry Tbk)
  3. APLI (Asiaplast Industries Tbk)
  4. BRNA (Berlina Tbk)
  5. FPNI (Titan Kimia Nusantara Tbk)
  6. IGAR (Champion Pasific Indonesia Tbk)
  7. IPOL (Indopoly Swakarsa Industry Tbk)
  8. SIAP (Sekawan Intipratama Tbk)
  9. SIMA (Siwani Makmur Tbk)
  10.  TRST (Trias Sentosa Tbk)
  11. YPAS (Yana Prima Hasta Persada Tbk)

A.6 Pakan Ternak

  1. CPIN (Charoen Pokphand Indonesia Tbk)
  2. JPFA (Japfa Comfeed Indonesia Tbk)
  3. MAIN (Malindo Feedmill Tbk)
  4. SIPD (Siearad Produce Tbk)

A.7 Kayu & Pengolahahnya

  1. SULI (Sumalindo Lestari Jaya Tbk)
  2. TIRT (Tirta Mahakam Resources Tbk)

A.8 Pulp & Kertas

  1. ALDO (Alkindo Naratama Tbk)
  2. FASW (Fajar Surya Wisesa Tbk)
  3. INKP (Indah Kiat Pulp & paper Tbk)
  4. INRU (Toba Pulp Lestari Tbk)
  5. KBRI (Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk)
  6. SAIP (Surabaya Agung Industri Pulp &  Kertas Tbk)
  7. SPMA (Suparma Tbk)
  8. TKIM (Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk)

B. Sektor aneka industri

B1. Otomotif & Komponen

  1. ASII (Astra International Tbk)
  2. AUTO (Astra Auto Part Tbk)
  3. BRAM (Indo Kordsa Tbk)
  4. GDYR (Goodyear Indonesia Tbk)
  5. GJTL (Gajah Tunggal Tbk)
  6. IMAS (Indomobil Sukses International Tbk)
  7. INDS (Indospring Tbk)
  8. LPIN (Multi Prima Sejahtera Tbk)
  9. MASA  (Multistrada Arah Sarana Tbk)
  10. NIPS (Nipress Tbk)
  11. PRAS (Prima alloy steel Universal Tbk)
  12. SMSM (Selamat Sempurna Tbk)

B2. Tekstil & Garment

  1. ADMG (Polychem Indonesia Tbk)
  2. ARGO (Argo Pantes Tbk)
  3. CNTB (Centex Tbk – Saham Seri B )
  4. CNTX (Centex Tbk)
  5. ERTX (Eratex Djaya Tbk)
  6. ESTI (Ever Shine Textile Industry Tbk)
  7. HDTX (Pan Asia Indosyntec Tbk)
  8. INDR (Indo Rama Synthetic Tbk)
  9. KARW (Karwell Indonesia Tbk)
  10. MYTX (Apac Citra Centertex Tbk)
  11. PAFI (Pan Asia Filament Inti Tbk)
  12. PBRX (Pan Brothers Tbk)
  13. POLY (Asia Pasific Fibers Tbk)
  14. RICY (Ricky Putra Globalindo Tbk)
  15. SSTM (Sunson Textile Manufacturer Tbk)
  16. UNIT (Nusantara Inti Corpora Tbk)
  17. UNTX (Unitex Tbk)

B3. Alas kaki

  1. BIMA (Primarindo Asia Infrastructure Tbk)
  2. SIMM (Surya Intrindo Makmur Tbk)

B4. Kabel

  1. IKBI (Sumi Indo Kabel Tbk)
  2. JECC (Jembo Cable Company Tbk)
  3. KBLI (KMI Wire and Cable Tbk)
  4. KBLM (Kabelindo Murni Tbk)
  5. SCCO (Supreme Cable Manufacturing and Commerce Tbk)
  6. VOKS (Voksel Electric Tbk)

B5. Elektronika

  1.  PTSN (Sat Nusa Persada Tbk)

B6. Lainnya

C. Sektor industri barang konsumsi

C1. Makanan & Minuman

  1. ADES (Akasha Wira International Tbk)
  2. AISA (Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk)
  3. CEKA (Cahaya Kalbar Tbk)
  4. DAVO (Davomas Abadi Tbk)
  5. DLTA (Delta Djakarta Tbk)
  6. ICBP (Indofood CBP Sukses Makmur Tbk)
  7. INDF (Indofood Sukses Makmur Tbk)
  8. MLBI (Multi Bintang Indonesia Tbk)
  9. MYOR (Mayora Indah Tbk)
  10. PSDN (Prashida Aneka Niaga Tbk)
  11. ROTI (Nippon Indosari Corporindo Tbk)
  12. SKLT (Sekar Laut Tbk)
  13. STTP (Siantar Top Tbk)
  14. ULTJ (Ultrajaya Milk Industry and Trading Company Tbk)

C2. Rokok

  1. GGRM (Gudang Garam Tbk)
  2. HMSP (Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk)
  3. RMBA (Bentoel International Investama Tbk)

C3. Farmasi

  1. DVLA (Darya Varia Laboratoria Tbk)
  2. INAF (Indofarma Tbk)
  3. KAEF (Kimia Farma Tbk)
  4. KLBF (Kalbe Farma Tbk)
  5. MERK (Merck Tbk)
  6. PYFA (Pyridam Farma Tbk)
  7. SCPI (Schering Plough Indonesia  Tbk)
  8. SQBI (Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk)
  9. TSPC (Tempo Scan Pasific Tbk)

C4. Kosmetik & Barang keperluan rumah tangga

  1. MBTO (Martina Berto Tbk)
  2. MRAT (Mustika Ratu Tbk)
  3. TCID (Mandom Indonesia Tbk)
  4. UNVR (Unilever Indonesia Tbk)

C5. Peralatan rumah tangga

  1. KDSI (Kedawung Setia Industrial Tbk)
  2. KICI (Kedaung Indag Can Tbk)
  3. LMPI (Langgeng Makmur Industry Tbk)

Perencanaan Pajak Melalui Penentuan Harga Transfer

Istilah harga transfer berkaitan dengan harga transaksi barang, jasa, atau harta tak berwujud antarperusahaan dalam suatu perusahaan multinasional. Dampak harga transfer adalah harga yang terlalu tinggi (overpricing) dan sebaliknya harga yang terlalu rendah (underpricing). Hal ini sering terjadi dalam kasus dumping untuk perdagangan internasional. Selain motivasi bisnis, harga transfer multinasional juga dimaksudkan untuk mengendalikan mekanisme arus sumber daya antaranggota grup dan maksimalisasi laba setelah pajak.

PERUSAHAAN MULTINASIONAL

Perusahaan multinasional adalah perusahaan yang beroperasi melewati lintas batas antarnegara, yang terikat hubungan istimewa, baik karena penyertaan modal saham, pengendalian manajemen atau penggunaan teknologi, dapat berupa anak perusahaan, cabang perusahaan, agen dsb, dengan berbagai tujuan, antara lain untuk memaksimalkan laba setelah pajak (meminimalkan pajak).

HARGA TRANSFER

  1. Pengertian Harga Transfer
  1. Pengertian Netral

Menurut Dr. Gunadi, M. Sc., Ak., harga transfer adalah penentuan harga atau imbalan sehubungan dengan penyerahan barang, jasa, atau pengalihan teknologi antarperusahaan yang mempunyai hubungan istimewa.

  1. Pengertian Peyoratif

Menurut Dr. Gunadi, M. Sc., Ak., harga transfer adalah suatu rekayasa manipulasi harga secara sistematis dengan maksud mengurangi laba artifisial, membuat seolah-olah perusahaan rugi, menghindari pajak atau bea di suatu negara.

  1. Tujuan Harga Transfer
  1. Memaksimalkan penghasilan global.
  2. Mengamankan posisi kompetitif anak/cabang perusahaan dan penetrasi pasar.
  3. Mengevaluasi kinerja anak/cabang perusahaan mancanegara.
  4. Menghindarkan pengendalian devisa.
  5. Mengatrol kredibilitas asosiasi.
  1. Penentuan Harga Transfer

Ada empat dasar untuk penentuan harga transfer, yaitu :

  1. Penentuan harga transfer berdasarkan biaya (cost basis transfer pricing)
  2. Penentuan harga transfer berdasarkan harga pasar (market based transfer pricing)
  3. Penentuan harga transfer berdasarkan negoisasi (the negotiated price)
  4. Penentuan harga transfer berdasarkan arbitrase (arbitration transfer pricing)

 HARGA TRANSFER GANDA

Harga transfer ganda ini dapat dimisalkan, divisi penerima dapat mempertimbangkan penerapan harga transfer berdasarkan biaya diferensial. Sebaliknya, divisi yang melakukan transfer dapat mempertimbangkan unsur laba dalam penentuan harga transfer dan memungkinkan pengukuran kinerja divisi.

ISU-ISU PAJAK INTERNASIONAL DALAM HARGA TRANSFER

Arm’s-length Standard

Negara-negara OECD, termasuk Jerman, Inggris, Kanada dan Amerika Serikat mempunyai metode untuk menguji apakah harga transfer dari perusahaan multinasional sama dengan harga pasar wajar (arm’s-length price), yaitu tingkat harga antara pembeli dan penjual independen bebas melakukan transaksi.

Arm’s-length standard diterapkan dalam banyak cara, tetapi metode yang paling banyak digunakan adalah sebagai berikut ;

  1. Comparable uncontrolled pricing method
  2. Resale pricing method
  3. Cost plus pricing method
  4. Other method

Di samping keempat metode di atas masih terdapat beberapa metode alternatif lainnya yang dapat digunakan sebagai berikut :

  1. Global method
  2. Safe havens

  PENANGKAL HARGA TRANSFER

Ada beberapa prosedur yang dapat ditempuh untuk menanggulangi maneuver pajak melalui harga transfer sebagai berikut :

  1. Menyingkap praktik bisnis antarperusahaan secara lengkap sehingga dapat dievaluasi keinginan harga transfer.
  2. Harmonisasi pemajakan internasional untuk meniadakan disparitas beban pajak.
  3. Kerja sama internasional.
  4. Advanced Pricing Agreement (APA).

ADVANCED PRICING AGREEMENT

Advanced pricing agreement adalah persetujuan di antara Internal Revenue Service (IRS) dan perusahaan dengan menggunakan harga-harga transfer, untuk menetapkan harga transfer yang disepakati. Maksud dari program APA adalah memecahkan masalah perselisihan harga transfer dengan cara yang tepat dan menghindari proses pengadilan yang menghabiskan banyak biaya.

Manfaat APA

  1. Memberikan kepastian kepada Wajib Pajak atas semua perhitungan mengenai harga transaksi dengan menggunakan metode yang disetujui.
  2. Memberikan kepastian terhadap kegiatan Wajib Pajak termasuk kepastian mengenai kewajiban pajak yang berkaitan dengan harga transfer.
  3. Mengurangi biaya dan waktu pada saat diaudit, karena selama periode APA berlaku harga transaksi yang telah disepakati oleh Wajib Pajak dan otoritas pajak.
  4. Dapat mencegah praktik harga transfer yang tidak benar dan semata-mata hanya untuk menghindari pajak.

Masalah dalam Penyelenggaraan APA

  1. Pengorbanan waktu dan biaya yang dikeluarkan untuk penyelanggaraan APA.
  2. Wajib Pajak harus mengungkapkan informasi yang mungkin merupakan rahasia perusahaan kepada otoritas pajak.